Berita

LANUD SUPADIO GELAR LATIHAN SURVIVAL

Dibaca: 18 Oleh 15 Apr 2011Tidak ada komentar
LANUD SUPADIO GELAR LATIHAN SURVIVAL
#TNIAU 

Latihan survival bagi awak pesawat yang digelar sekali dalam setahun, merupakan latihan yang sangatlah penting bagi para perwira umumnya dan para awak pesawat khususnya. Selain sebagai mekanisme program latihan, juga merupakan metode guna menguji kemampuan fisik dan mental para awak pesawat dan perwira lainnya, dalam menghadapi keadaan bahaya maupun keadaan darurat. Dengan kondisi atau keadaan yang serba terbatas mereka harus mampu mengatasi situasi tersebut dengan baik. 

Hal tersebut disampaikan Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Imran Baidirus, S.E dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Letkol Pnb Tjahya Elang Migdiawan pada upacara pembukaan Latihan Survival Dasar Elang Mandau tahun 2011 di Apron Hanggar Lanud Supadio, Jum’at siang (15/4). 

Latihan survival dasar yang dilaksanakan selama dua hari kedepan ini dimaksudkan sebagai ajang melatih diri dan menambah pengetahuan para awak pesawat dan para perwira tentang cara-cara mempertahankan hidup dari kesulitan-kesulitan, baik di darat maupun di air apabila sewaktu-waktu pesawatnya mengalami masalah pada saat melaksanakan tugas operasi. 

Baca juga:  Ceramah Hukum Dalam Rangka Babinkum TNI TA.2017

Lebih lanjut dikatakan, dalam keadaan bahaya atau darurat para awak pesawat Skadron udara 1 sebagai salah satu satuan pemukul TNI Angkatan Udara, akan selalu berada pada barisan terdepan dalam menghalau musuh yang datang Oleh sebab itu harus mampu menguasai situasi darurat. Dengan latihan survival dasar ini juga dapat dijadikan sebagai bekal dasar para perwira, untuk mengikuti combat survival yang akan dilaksanakan di tingkat Koopsau I, Jakarta. ”Karena kemampuan survival tempur ini juga merupakan bagian dari profesionalisme yang perlu dikembangkan secara berlanjut khususnya para awak pesawat Skadron Udara 1,” tambah Danlanud. 

Latihan Survival ini melibatkan pelaku sebanyak 50 perwira Lanud Supadio dan Skadron Udara 1, terdiri dari Penerbang, Teknisi dan Perwira Staf yang terbagi dalam lima tim, 20 personel sebagai Komando Latihan (Kolat) dan 15 personel pelatih dari Batalyon 465 Paskhasau serta 40 personel pendukung. Adapun tahap Latihan survival ini dibagi menjadi beberapa tahapan antara lain pengetahuan kompas, jalan patroli, pelolosan dari daerah musuh, menembak, caraka malam dan survival air.

Baca juga:  48 TAHUN WARA DIPERINGATI DENGAN KESEDERHANAAN

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel