Berita

Lanud Supadio Gelar Latihan Survival

Dibaca: 13 Oleh 17 Feb 2017Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP yang diwakili oleh Komandan Wing Udara 7, Kolonel Pnb M. Yani Amirullah membuka secara resmi latihan Survival Dasar Alap Mandau Tahun 2017, Jum’at (17/2) di main Apron Lanud Supadio. Latihan Survival yang digelar selama dua hari dan diikuti oleh 50 perwira gabungan dari Lanud Supadio, Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51 yang terdiri dari perwira penerbang, perwira teknik dan perwira staf yang terbagi dalam enam tim.

Danlanud Supadio dalam sambutannya mengatakan bahwa, latihan survival dasar merupakan latihan yang sangat penting bagi para perwira umumnya dan para awak pesawat khususnya. Selain sebagai mekanisme program latihan, latihan ini juga merupakan metode untuk menguji kemampuan fisik dan mental para perwira dalam menghadapi keadaan bahaya maupun keadaan darurat.

“Latihan survival dasar yang dilaksanakan selama dua hari ini adalah sebagai ajang melatih diri dan menambah pengetahuan para awak pesawat dan para perwira tentang cara-cara bagaimana mempertahankan hidup dari kondisi darurat, baik pada saat berada di darat maupun di air bila sewaktu-waktu pesawatnya mengalami masalah pada saat melaksanakan tugas operasi”, kata Danlanud.

Baca juga:  LANUD SULAIMAN TUTUP EMPAT PENDIDIKAN SEJURSARTA

Selain itu Danlanud Supadio juga menyampaikan bahwa, latihan survival dasar ini merupakan bekal dasar bagi perwira untuk mengikuti tahapan latihan selanjutnya atau combat survival yang akan dilaksanakan di tingkat Koopsau I di Jakarta. ”Kemampuan survival dasar ini merupakan tahapan latihan survival sebelum mengikuti latihan survival tempur pada tingkat latihan yang lebih tinggi, sehingga pelaksanaan latihan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit”,  tambah Danlanud.

Sementara itu pada laporan pelaksanaan latihan yang disampaikan oleh Direktur Latihan (Dirlat), Letkol Pnb Agung Indrajaya menyampaikan tahapan-tahapan latihan yang akan berlangsung selama dua hari ini. Selain pelaku yang terdiri dari sejumlah perwira, latihan survival dasar ini juga melibatkan 7 personel sebagai Wasdal dan Penilai, 20 personel sebagai Komando Latihan (Kolat), 11 personel pelatih dari Batalyon 465 Paskhasau dan 21 personel sebagai pendukung. Sedangkan materi latihan yang akan diterima para pelaku latihan adalah, latihan penggunaan kompas, latihan Kesan Jejak, latihan Search and Rescue/SERE, latihan taktik perorangan dan taktik regu, penggunaan signal dan peralatan survival, caraka malam, serta pengenalan alat LCR.

Baca juga:  Calon Taruna/Taruni Adalah Pemimpin Masa Depan

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel