Berita

Lanud Zam Dukung Polri Tanam 1 Juta Pohon Mangrove

LANUD ZAM DUKUNG POLRI TANAM 1 JUTA POHON MANGROVE
#TNIAU 

TNI AU.. Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen  Pol. Tomsi Tohir  memimpin apel dalam rangka penanaman 1 juta mangrove Jum’at (21/02), kegiatan ini dilaksanakan secara serentak seluruh jajaran kepolisian Indonesia, yang dipusatkan di Desa ketapang, Kec. Mauk Kab. Tangerang. Penanaman pohon mangrove bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan bakau, mencegah bencana bencana dan menumbuhkan pariwisata di daerah bakau pantai cemara Lembar Kab. Lombok Barat. Kegiatan penanaman pohon mangrove ini di hadiri oleh Wakapolda NTB Birgjen Pol Asby Mahyuza, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino, Komandan lanud ZAM di wakili Oleh Kadislog Lanud Zam Mayor Kal Agus Riyanto, GM Pelindo Cab. Lembar Bpk. Erri Ardianto, Danrem 162/WB yang di wakili oleh Pasi Bhakti Mayor Inf P. Bagariang. Para Pejabat teras Polda NTB, Kadis Lingkungan Hidup Kab. Lombok Barat dan Ibu-ibu Bhayangkari. Selain itu diikuti oleh para personel Polda NTB, Brimobda Polda NTB, Basarnas, Lanal Mataram, anggota Pramuka dan Pelajar SDN Lembar.

Baca juga:  Komandan Lanud Abd Saleh Pimpin Upacara Peringati Hari Ibu Ke-90 Tahun 2018

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol. Drs. Idham Azis, M.Si dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda NTB selaku pemimpin apel mengatakan, Hutan mangrove memiliki peran ekologis yang besar bagi kehidupan manusia. Telah lama dijadikan tumpuan jutaan orang yang hidup di daerah pesisir. Hutan mangrove memiliki banyak fungsi  mulai dari penyedia sumber makan, bahan baku industri, mencegah banjir, mencegah erosi hingga fungsi rekreasi. Lebih lanjut Kapolda menjelaskan beberapa fungsi utama yag sangat penting dari hutan mangrove antara lain menahan abrasi, membentuk lahan baru, mencegah intrusi air laut, menyediakan makanan dan mineral bagi hewan laut dan sebagai sumber kenekaragaman hayati.

Kapolda NTB juga menambahkan hutan mangrove juga merupakan  habitat penting bagi ikan, udang, kepiting, burung air dan mamalia laut. Mangrove tercatat sebagai ekosistem terproduktif dari ekosistem daratan manapun di dunia. Kerusakan dan kehilangan mangrove juga memicu pelepasan gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metan. “ artinya kerusakan dan kehilangan mangrove menjadi salah satu faktor pemicu pemanasan global karena meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer” jelas kapolda NTB. Kegiatan pananaman mangrove ini menambil tema, “Polri Peduli Penghijauan Pantai dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir”.

Baca juga:  Pangkosek Hanudnas III: Kunjungi PT. Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel