Berita

LATIHAN ANGKASA YUDHA TNI AU

Dibaca: 9 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Latihan Angkasa Yudha Perwujudan 
Profesionalisme TNI AU

 

Untuk mengetahui tingkat kesiapan dan kesiagaan yang tinggi dari setiap satuan maupun perorangan dalam jajaran TNI Angkatan Udara dilaksanakan latihan puncak dengan sandi “Latihan Angkasa Yudha 2007“ yang akan diselenggarakan dalam bentuk Pos Komando (Posko) dan Tactical Air Manuvering Game (TAMG) serta Latihan Manuver Lapangan (Manlap). Latihan dibuka Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno dan Direktur Latihan dijabat Komandan Kodikau Marsda TNI Wardjoko.

 

Latihan diawali Posko dan TAMG yang dilaksanakan mulai Senin (29/10) selama tiga hari dengan Makolat di Puskodal Mabesau sedang pelaku berada ditempat masing-masing yaitu Puskodal Koopsau I dan Koopsau II, Popunas Kohanudnas, Kosekhanudnas I dan II, Wing I dan II Paskhasau, Ruang Operasi Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Husein Sastranegara, Lanud Atang Senjaya, Lanud Supadio, Lanud Pekanbaru, Lanud Iswahjudi, Lanud Abdulrachman Saleh, dan Lanud Hasanudin. Pada Tanggal 5 sampai 7 November 2007 dilanjutkan latihan Manlap di AWR Pandanwangi, Lumajang.

 

Angkasa Yudha 2007 merupakan akumulasi kegiatan pembinaan latihan yang dilaksanakan Angkatan Udara sekaligus perwujudan dari upaya pemantapan profesionalisme perorangan, satuan maupun kotama Angkatan Udara. Dari latihan operasi ini dapat mengukur hasil pembinaan selama Tahun 2007 yang muaranya untuk kesiapan Angkatan Udara dalam mengemban tugas operasi yang diberikan TNI sekaligus sebagai pertanggungjawaban kepada Rakyat Indonesia. Demikian disampaikan Kasau Marsekal TNI Herman Prayitno ketika membuka Latihan Angkasa Yudha 2007 di Mabesau.

Baca juga:  Danlanud Rsn, Pendidikan Transisi Tingkatkan Kemampuan para Penerbang

 

Latihan Angkasa Yudha dilaksanakan sebagai Pembinaan Kekuatan yang aplikatif serta merupakan kelanjutan dari latihan antar satuan yang melibatkan Kohanudnas, Koopsau I dan Koopsau II, Kodikau, Koharmatau, AAU, Seskoau dan Korpaskhasau. Personel yang terlibat sebanyak 1.500 orang dengan menggelar semua kekuatan alutsista yang dimiliki Angkatan Udara seperti radar dari jajaran Kosekhanudnas I dan II serta SOC Mobile, pesawat tempur F-16, Sukhoi, F-5E, Hawk 209 dan OV-10 Bronco, pesawat angkut Boeing 737, Hercules, CN-235, Cassa 212 dan Fokker 27, helikopter Super Puma NAS 332 dan Twinpack S-58T.

 

Titik berat latihan diutamakan untuk meningkatkan ketrampilan (skill performance), baik perorangan maupun dalam hubungan satuan pada saat melaksanakan proses pengambilan keputusan/ proses hubungan Panglima dan staf dalam mengambil keputusan operasi. Sementara skenario latihan dibuat terutama untuk dapat mengatasi kontijensi yang akan dihadapi, keadaan daerah operasi, keadaan pasukan sendiri, konsep operasi dan manuver, waktu pelaksanaan operasi dan realisme latihan mendekati realisme operasi yang sesungguhnya.

 

Kata Kasau, dihadapkan pada kondisi obyektif perkembangan situasi yang dinamis dan kontijensi yang paling mungkin terjadi, seluruh satuan dalam jajaran TNI AU harus memiliki kualitas profesionlisme yang tinggi, terlatih, terarah dan terukur sehingga memiliki daya tangkal dalam menghadapi berbagai macam ancaman demi tetap tegaknya kedaulatan negara di udara dan keutuhan wilayah NKRI.

Baca juga:  Ceramah Undang-undang Perkawinan

 

Untuk dapat mendekati kenyataan operasi yang sesungguhnya maka latihan Posko dan TAMG Angkasa Yudha dilakukan ditempat terpisah antara Makolat dengan para pelakunya yang tetap berada di satuan masing-masing dengan memanfaatkan kecanggihan Teknologi Informasi. Dengan peralatan Teknologi Informasi semua pengiriman berita dan perintah pimpinan akan dengancepat diterima para pelaku ditempatnya pada saat Latihan Posko dan pada saat TAMG dapat memberikan gambaran kepada setiap pelaku tentang mandala operasi yang seolah-olah berada di depannya serta dapat menangkap semua pergerakan pesawat yang disimulasikan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel