Berita

Latihan Bersama Lanud Sultan Hasanuddin dengan Bandara Int Sultan Hasanuddin

Dibaca: 10 Oleh 12 Jun 2015Tidak ada komentar
Latihan Bersama Lanud Sultan Hasanuddin dengan Bandara Int Sultan Hasanuddin
#TNIAU 

Pesawat Angkasa Air jenis Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan MKS 083 dari Jakarta ke Makassar, belum lama ini mengalami trouble main gear sebelah kiri saat mendarat di runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin. Pesawat yang membawa 120 penumpang tersebut terseret keluar landasan ke arah barat dan terbakar. Pesawat terhenti di sektor B12 pada grid map Bandara Sultan Hasanuddin tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, 22 orang luka berat dan sisanya luka ringan dan pingsan.

Sementara itu, di station manager maskapai Angkasa Air Bandara Sultan Hasanuddin mendapat informasi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bahwa ada empat orang diduga teroris (target operasi) yang menumpang pesawat Angkasa Air yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin dan berencana melarikan diri keluar negeri. Berdasarkan informasi tersebut, General Manager Bandara Sultan Hasanuddin memerintahkan Airport Security Departement Head untuk meningkatkan pengamanan bandara serta pengendalian akses masuk ke daerah keamanan terbatas bandara dan melakukan koordinasi dengan kepolisian maupun TNI AU yaitu Lanud Sultan Hasanuddin.

Baca juga:  DANWINGDIKUM: SDM UNSUR POKOK ORGANISASI YANG PERLU DIPERSIAPKN DAN DIBINA

Beberapa saat kemudian, terjadi pengancaman terhadap petugas aviation security dari pelaku yang mengaku petugas keamanan. Dari kesigapan tim pengamanan bandara, pelaku dapat dilumpuhkan. Setelah diinvestigasi ternyata mereka aparat gadungan yang membawa senjata rakitan untuk mengancam dan mengalihkan perhatian agar target operasi dapat keluar bandara. Selain itu, juga ada informasi masih ada orang yang menjemput target operasi di terminal dan membawa senjata api dan bom.

Mengetahui hal tersebut, GM Bandara Sultan Hasanuddin menyatakan kondisi bandara dalam keadaan darurat dan menyerahkan kondisi keamanan bandara kepada Danlanud Sultan Hasanuddin. Kemudian pihak Lanud Sultan Hasanuddin bekerjasama dengan Brimob Polda Sulselbar dan tim Gegana bersiap melakukan penangkapan target.

Dalam penangkapan sempat terjadi perlawanan dan penyanderaan terhadap penumpang lain di bandara dan baku tembak antara Brimob dan para teroris. Akhirnya teroris dapat tertembak dan menyerahkan diri.

Demikian skenario latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-38 PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di area sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Latihan tersebut melibatkan sekitar 300 personel diantaranya dari Lanud Sultan Hasanuddin, Brimob Polda Sulselbar dan tim Gegana yang melakukan tiga simulasi penanganan kondisi gawat darurat, terdiri full scale exercise, aviation security exercise dan domestic fire exercise.

Baca juga:  PASIS SEKKAU A-96 LAKSANAKAN OUTBOND

“Latihan ini dimaksudkan untuk menguji sekaligus mengevaluasi fungsi-fungsi koordinasi, komunikasi serta komando antar unit dan instansi sesuai dengan Airport Emergency Plan dan Airport Security Programme. Latihan ini juga untuk menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuan personel sesuai bidang tugasnya masing-masing dalam menghadapi keadaan darurat di bandara”, jelas Operation Director Angkasa Pura I Marsda TNI (purn) Yushan Sayuti.

Kegiatan latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang dilaksanakan secara terjadwal oleh Angkasa Pura Cabang I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dari Lanud Sultan Hasanuddin melibatkan Intelijen, 1 Unit Mobil PK, Mobil Komando PK, Satpomau dan 1 Unit mobil Ambulance Rumah Sakit dr Dody Sarjoto Lanud Sultan Hasanuddin, yang didukung oleh beberapa personel Lanud Sultan Hasanuddin.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel