Berita

Latihan Crash Team Di Lanud Sjamsudin Noor

Dibaca: 4 Oleh 22 Des 2015Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Di area Lanud Sjamsudin Noor terdapat pesawat yang sedang melaksanakan test flight, yaitu pesawat Fasida Kalimantan Selatan Cessna 172 PK-MAS. Pesawat tersebut diawaki oleh Kapten Pilot, Copilot dan tiga orang teknisi pada ketinggian 3000 feet. Kapten pilot melaporkan ke tower Lanud Sjamsudin Noor bahwa pesawat tersebut mengalami kerusakan pada mesin dan mengeluarkan percikan api. Selanjutnya meminta ijin mendarat atau Request Emergency Landing di landasan Lanud Sjamsudin Noor.

Setelah mendapat info dari tower bahwa pesawat tersebut telah mendarat dan meledak diarea luar landasan, dengan sigap personel jaga Lanud SAM langsung membunyikan sirine berkali-kali. Dibawah kendali Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Erwin Sugiandi, seluruh personel Lanud SAM langsung bergerak menuju ke sasaran untuk memberikan pertolongan.

Demikian simulasi crash team yang dilaksanakan di Lanud Sjamsudin Noor, Jumat (18/12), yang tujuannya untuk melatih dan meningkatkan keterampilan personil Lanud SAM tentang prosedur penanganan accident pesawat dan cara-cara pengoperasian peralatan yang digunakan oleh kesatuan kerja crash team.

Baca juga:  Danlanud Sjamsudin Noor Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Polri

Menurut Danlanud, bahwa inti dari pelaksanaan kegiatan ini adalah apabila kejadian tersebut terjadi dalam kenyataan maka secara prosedural para personel yang terkait harus melakukan proses penyelamatan sebagaimana dalam simulasi yang telah dilaksanakan ini. Latihan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dimaksudkan agar setiap personel tanggap dan senantiasa siap melakukan tugasnya dengan cepat, tepat dan benar apabila sewaktu-waktu terjadi emergency pesawat di Lanud SAM.

Pada simulasi tersebut, terlihat asap membumbung tinggi, petugas Rescue dengan sigap mendekat ke lokasi. Sementara petugas Resque masih memadamkan api dengan berpakaian anti api dan panas. Di sekitar lokasi sudah terdapat tim kesehatan yang telah menyiapkan semua peralatannya di trease area untuk mengidentifikasi para korban.

Setelah team rescue berhasil memadamkan api, kemudian tim evakuasi yang dibantu tim Hanlan memasuki TKP untuk mengevakuasi para korban. Korban yang terlebih dahulu dievakuasi adalah korban yang menderita luka berat, luka ringan, dan yang terakhir meningggal dunia. Seiring dengan itu, petugas-petugas evakuasi lainnya menjalankan tugasnya masing-masing. Seperti anggota Pomau bertugas mengamankan area evakuasi dan personel, anggota intel menyelidiki kejadian dan anggota lambangja ikut mengidentifikasi para korban, dan anggota pentak mengambil gambar untuk dokumentasi sekaligus membantu mengevakuasi para korban.

Baca juga:  DANSESKOAU BUKA PENATRIS SESKOAU ANGKATAN 46

Para korban satu persatu dievakuasi dan diserahkan ke petugas kesehatan yang ada di trease area untuk diperiksa dan segera dibawa ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti. Petugas Pomau memasang Police line pertanda identifikasi atau penyelidikan telah selesai.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel