Berita

Latihan Kilat dan Cakra D-19 Kosekhanudnas TA. 2019

Konsep Otomatis
#TNIAU 

TNI AU.  Dalam rangka meningkatkan kemampuan personel GCI (Ground Control Interception) di satuan radar jajaran Kosekhanudnas IV, dalam pengendalian penyergapan pesawat musuh oleh pesawat tempur sergap kawan dan pengamanan wilayah udara oleh unsur Hanud serta penguasaan protap Operasi Hanud.

Pada Latihan kali ini, Kosekhanudnas IV menyelenggarakan latihan Kilat dan Cakra D-19 TA.2019 di Kosekhanudnas II, Makassar. Bertindak selaku Direktur latihan adalah Pangkosekhanudnas IV Marsma TNI Mujianto, S.T., M.Tr (Han). Latihan yang diagendakan pada tahun ini dilaksanakan selama enam hari yang dimulai pada tanggal 24 dan 25 Familiarisasi dengan pelaku ,tanggal 26-27 Agustus 2019 melaksanakan latihan Kilat D-19 dan tanggal 28-29 Agustus 2019 melaksanakan latihan Cakra D-19.

Latihan ini selain menguji kemampuan personel GCI dan kemampuan satuan radar di jajaran Kosekhandunas IV juga melatih dan menguji kesiapsiagaaan para penerbang Tempur Sergap dalam menghadapi kondisi kontijensi. Dalam kesiapsiagaan tersebut para penerbang tempur dan ground crew dilatih untuk memiliki kemampuan scramble, kemampuan komunikasi antar unsur hanud, dan kemampuan menterjemahkan perintah pimpinan melalui jalur kodal yang telah ditentukan sehingga kegiatan operasi pertahanan udara dapat berjalan sesuai protap operasi Hanud. Latihan ini melibatkan unsur SU 27/30 dari skadron udara 11, Unsur Angkut dari skadron udara 5 dan Unsur Helikopter untuk standby SAR.

Latihan Kilat D-19, melaksanakan kegiatan berupa melatih komunikasi dua arah antara GCI dan Penerbang di pesawat SU 27/30, selanjutnya melatihkan dan mengujikan taktik antara GCI dengan para penerbang dari skadron udara 11 diantaranya adalah Valid shot kill/Visual ID, Switchology, Radar work, dan Good offset/reaction sedangkan personel GCI melatihkan Timely Accurat 3-1 Comm, Safety Valve, dan Support Blue Game.

Sedangkan kegiatan latihan Cakra D-19, melatihkan skenario tentang adanya pelanggaran udara di wilayah udara nasional Kosekhanudnas IV sehingga Panglima Kosekhanudnas IV melaksanakan prosedur penindakan terhadap pesawat udara asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara tersebut menggunakan pesawat tempur sergap SU 27/30, skenario yang dilatihkan adalah prosedur identifikasi secara elektronis oleh unsur radar, dilanjutkan dengan pelaporan melalui jalur komunikasi kodal atas, kodal samping mapun kodal bawah, identifikasi secara korelasi melalui pengecekan identitas pesawat asing melalui FCIS (Flight Clearance Information System) oleh Perwira Identifikasi yang berkoordinasi dengan jajaran intelijen Kosekhanudnas IV maupun pengecekan identifikasi pesawat secara visual oleh penerbang tempur sergap, yang kemudian dilanjutkan dengan skenario pengusiran maupun force down serta penghancuran.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan latihan Kilat D-19 dan Cakra D-19 adalah Pangkosekhanudnas IV Marsekal Pertama TNI Mujianto S.T., M.Tr (Han), Asops Kosekhanudnas IV Kolonel Pnb. A.Donie P.,S.E., Asintel Kosekhanudnas IV Kolonel Sus Aris Yudhi Prasetya, M.MS, Dansatrad 242 Twr, Letkol Lek Eko Patra T.W., S.T ,Dansatrad 243 Tmk, Letkol Lek Adi Siswanto ,Dansatrad 244 Mre, Letkol Lek Achmad K. Umam , Dansatrad 245 Smi, Letkol Lek Gatot W.,S.T.,M.I.Pol, Pabandya Harkomlek Kosekhanudnas IV Mayor Lek Djoko Apriyanto, Pabandyalat Sops Kosekhanudnas IV Mayor Lek Bayu Ardiansyah serta Perwira GCI dari satuan radar jajaran Kosekhanudnas IV dan personel pendukung dari Kosekhanudnas IV, selain personel dari Kosekhanudnas IV dan satuan jajaran, latihan Kilat D-19 dan Cakra D-19 juga melibatkan unsur pesawat TS SU 27/30 dari skadron udara 11, unsur pesawat angkut dari skadronudara 5, unsur Heli standby SAR dan Posek Kosekhanudnas II.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel