Berita

LATIHAN MANDAU DI LANUD SUPADIO

Dibaca: 10 Oleh 02 Mei 2012Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Menurut informasi Intelijen dicurigai ada kelompok gerakan pengacau keamanan bersenjata yang berkeinginan untuk mendirikan Negara Singkawang (NS) yang mendapat dukungan dari Negara Kuning dan melaksanakan penggalangan kekuatan di wilayah bagian utara Kalimantan Barat. Kemampuan Negara Singkawang (NS) meningkat pesat baik unsur darat dan udara yang secara berkala serta meluaskan pengaruhnya dalam menekan pemerintah Republik Indonesia.

Dalam rangka mengantisipasi pergerakan Negara Singkawang (NS) yang telah menguasai beberapa kota penting di wilayah utara Kalimantan Barat (Sambas, Entikong, Seluas dan Monterado) pasukan kawan mempertahankan posisi di Sungai Duri sebagai titik tolak penyerangan ke Pusat Kekuatan NS. Unsur Brigif 17 Kodam Tanjung Pura yang berada di bawah Kogasgabrat meminta bantuan tembakan berupa penyekatan udara (Air Interdiction) dengan menggunakan satu Flight Hawk 100/200 pada hari ”H” jam ”J” ke Satgasud yang menggelar kekuatannya di Satlakopsud Supadio.

Satgasud menterbangkan satu Flight Hawk 100/200 untuk melaksanakan misi operasi penyekatan udara dan mampu melaksanakan penghancuran jalur logistik mapun jalur komunikasi dan perhubungan musuh guna menghambat gerak maju pasukan darat NS. Pada misi penyekatan udara tersebut pesawat Hawk 100/200 tertembak jatuh oleh Artileri Pertahanan Udara Negara Singkawang.

Berdasarkan informasi Intelijen, diketahui bahwa penerbang mampu menyelamatkan diri dengan melaksanakan Eject di daerah operasi yang aman/ daerah kawan. Berdasarkan kondisi tersebut Satlakopsud Supadio melaksanakan tindakan SAR (search and rescue) penyelamatan personel penerbang menggunakan Helly SAR Colibri.

Beberapa saat kemudian Tim SAR Tempur yang terdiri dari Tim Keamanan dan Penolong dapat menemukan korban dan langsung melaksanakan penyelamatan untuk mendapatkan pertolongan lanjutan ke Rumkit Tingkat III Lanud Supadio.

Demikian skenario Latihan Alap Gesit Mandau Terbang Tahun 2012 yang diselenggarakan Lanud Supadio, Pontianak, Selasa (1/5).

”Latihan ini diharapkan, agar seluruh anggota dapat mengetahui dan memahami akan tugas dan tanggung jawabnya apabila dalam keadaan benar-benar terjadi. Oleh sebab itu, keseriusan dan kepatuhan akan instruksi pimpinan di lapangan harus betul-betul diikuti oleh seluruh anggota sehingga latihan berjalan sesuai skenario latihan,” kata Danlanud Supadio.

Selain itu, latihan ini sangat berguna bagi para personel yang terlibat langsung apabila terjadi incident/accident pesawat di medan tempur, untuk mengurangi kerugian personel maupun materiil akibat incident maupun accident, tambahnya.

Baca juga:  Mengisi Diri Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ketrampilan

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel