Berita

LATIHAN PUNCAK ANGKATAN UDARA

Dibaca: 255 Oleh 23 Mei 2010Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Angkasa Yudha 2006 Latihan Puncak Angkatan Udara

Salah satu syarat profesionalitas bagi TNI adalah latihan. Latihan di lingkungan TNI dilaksanakan secara berjenjang dan terus menerus. Meski periodesasi dan jenjang latihan dari dulu hingga saat ini tidak ada yang berubah. Disadari atau tidak, latihan yang dilaksanakan oleh TNI belakangan ini tidak begitu mengemuka bila dibandingkan pada era tahun 80-an, pada saat kita masih memiliki cukup biaya untuk melaksanakan latihan gabungan ABRI secara besar-besaran.

Kini, pada saat TNI melaksanakan reformasi yang berkonsentrasi kepada aspek pertahanan, latihan kembali menjadi perhatian dan latihan pun berkembang mengikuti kemajuan teknologi, khususnya teknologi yang digunakan dalam perang modern saat ini. Latihan yang dilakukan TNI saat ini tidak hanya ditujukan untuk Operasi Militer untuk Perang (OMP) tetapi juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Dalam kaitan itu, pada Tanggal 28 Agustus 2006 hingga Tanggal 13 September 2006, TNI AU akan menggelar latihan puncak dengan sandi “Angkasa Yudha 2006”. Dikatakan latihan puncak, karena akumulasi dari latihan yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari latihan perorangan, latihan satuan hingga latihan antar satuan. Angkasa Yudha itu sendiri, disamping untuk meningkatkan profesionalitas juga dimaksudkan untuk menguji doktrin, koordinasi, kerjasama dan keterpaduan pola operasi serta kemampuan Teknologi Informasi dalam penyelenggaraan kegiatan Operasi Udara dalam menghadapi ancaman, yang terdiri dari latihan Posko dan Manouver lapangan. Latihan Posko, dilaksanakan dari tanggal 28 s.d. 31 Agustus 2006, sedangkan Manouver Lapangan, dilaksanakan di Lanud Pekanbaru dari tanggal 10 s.d. 13 September 2006.

Sebagaimana ditekankan Wakil Kepala staf TNI AU (Wakasau) selaku Pemimpin Umum Latihan Marsdya TNI Wresniwiro ketika membuka latihan, Angkasa Yudha sebagai latihan puncak TNI Angkatan Udara merupakan perwujudan dari upaya pemantapan dan peningkatkan profesionalitas prajurit dilandasi disiplin dan jiwa juang yang tinggi sehingga TNI AU mampu mengemban tugas pokok secara lebih profesional.

Baca juga:  Pangkoopsau III Bersama Forkompimda Kabupaten Biak Numfor Mengikuti Upacara HUT TNI 75 Secara Virtual.

Latihan puncak Angkatan Udara kali ini diwarnai dengan penggelaran Teknologi Informasi (TI). Dengan bantuan TI, peserta latihan, khususnya pada saat latihan pos komando, tidak perlu lagi berkumpul pada satu tempat tetapi para peserta latihan cukup mengikutinya di masing masing satuan tugasnya. Komunikasi untuk melaksanakan koordinasi dan pengendali dari Pimpinan atau Komando Pengendali (Kodal) berupa radiogram, surat perintah, rencana operasi maupun perintah operasi kepada satuan jajaran yang terlibat latihan dilakukan melalui TI. Dengan penggunaan TI yang sudah komputerisasi tentunya menuntut kemampuan Prajurit Angkatan Udara yang tidak hanya mahir menembakan senjata tetapi juga handal dalam mengoperasikan TI.

Memang seperti inilah kemampuan yang diperlukan oleh seorang prajurit dalam era teknolgi modern saat ini bila ingin menang dalam peperangan. Kita bisa ambil pengalaman dari perang Irak, dimana teknologi mewarnai peperangan saat itu. Penggunaan teknologi tidak sebatas teknologi persenjataan militer tetapi TI dan teknologi Komunikasi pun ikut mendukung perang tersebut. Penggelaran pasukan AS tidak hanya pada satu daerah/negara tetapi tersebar dibeberapa negara yang mengepung Irak maka komando dan kendali pasukan dilakukan dengan menggunakan sarana TI. Begitu halnya dengan perkembangan situasi perang, seluruh dunia dapat dengan segera mengetahui persiapan dan penggelaran kekuatan militer AS dalam menghadapi perang Irak, termasuk jalannya pertempuran yang terjadi melalui televisi maupun media massa lainnya. Dengan demikian, memudahkan dalam membentuk opini publik yang menguntungkan. Ini menunjukan bahwa dalam menghadapi peperangan tidak saja kemampuan menembak atau menghancurkan fasilitas musuh tetapi perlunya kemampuan menciptakan opini publik.

Uji Kemampuan

Penggelaran Angkasa Yudha 2006 memiliki tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur Koopsau I dan II, Kohanudnas dan Paskhasau. Walaupun latihan ini tujuan utamanya untuk meningkatkan kualitas tempur satuan Angkatan Udara tetapi bukan berarti sebatas itu karena dapat dilihat dari sasaran yan ingin capai. Ada lima sasaran pada Angkasa Yudha 2006, yaitu untuk mewujudkan kemampuan TNI Angkatan Udara menghadapi ancaman pada satu trouble spot, terciptanya koordinasi dan kerjasama antara Koopsu I dan II, Kohanudnas serta Paskhasau dalam melaksanakan operasi udara, terselenggaranya TI dan sarana komunikasi untuk medukung system Kodal, terlaksananya konsolidasi dalam menetralisir daerah operasi baik di udara maupun di atas permukaan dan tercapainya kapabilitas operasional dalam upaya penangan konflik perang modern.

Baca juga:  Pesawat F-16 Skadron Udara 3 Kembali ke Home Base

Dalam latihan ini tidak dibentuk komando tugas tersendiri seperti yang biasa dilakukan . Namun akan menggunakan struktur organisasi yang sudah ada, yaitu Koopsau dan Kohanudnas. Maksudnya untuk menguji kehandalan organisasi kekuatan udara dalam tugas operasional agar efisiensi dan efektifitas penggunaan kekuatan udara dimasa mendatang, kata Marsdya TNI Wresniwiro.

Dari tujuan dan sasaran yang ingin dicapai tampak bahwa Angkasa Yudha sudah berupaya melatihkan kepada prajurit Agkatan Udara bukan hanya profesional dalam menggunakan persenjataan militer tetapi juga kemampuan penggunaan TI dan komunikasi. Pada latihan Pos Komando (Posko), para pelaku latihan tidak dikumpulkan dalam satu tempat seperti latihan posko tahun-tahun sebelumnya. Latihan Posko kali ini, Angkatan Udara telah memanfaatkan TI sehingga pelaku latihan berada di satuan masing-masing.

Komunikasi yang dilakukan antara Mabesau sebagai Pusat Kodal dengan satuan jajaran sebagai pelaksana dan penerima perintah operasi cukup membuka komputer yang telah dihubungkan dengan jaringan Virtual Private Network Internet Protocol (VPN-IP). Penggunaan TI latihan militer seperti ini merupakan langkah yang sangat maju. Satuan TNI yang memanfaatkan TI dalam latihannya baru dilakukan Angkatan Udara.

Kekuatan alat utama sistem senjata (alutsita) yang digelar dalam Angkasa Yudha 2006 melibatkan 40 pesawat yang terdiri dari 20 pesawat tempur dan 20 pesawat angkut diantaranya 4 pesawat F-16 FF, 5 pesawat F-5 E, 8 pesawat Hawk 109/209, 3 OV-10 Bronco, satu pesawat Boeing 737, 9 pesawat C-130 Hercules, 3 pesawat CN-235, dan satu pesawat Cassa 212 srta 6 helikopter Puma. Prajurit Angkatan Udara yang terlibat sekitar 1.650 personel.

Baca juga:  Kosek Hanudnas II Laksanakan Latihan Menembak

Unsur-unsur tempur yang terlibat dalam Angkasa Yudha 2006 masing-masing Pesawat tempur F-16, F-5E dan Hawk 109/209 melaksanakan Operasi Lawan Udara Offensif (OLUO), Serangan Udara Strategis, Close Air Patrol (CAP), Serangan Udara Langsung (SUL) dan Arm Recce. Pesawat OV-10 Bronco dan Helikopter Puma Melaksanakan Combat SAR dan Flight Air Combat (FAC). Pesawat Hercules C-130, Melaksanakan Penerjunan Pasukan, Evakuasi Medis Udara dan Bekal Ulang. Pesawat Boeing 737 dan Pesawat Cassa-212 melaksanakan Pengintaian/Foto Udara serta Cassa 212 melakukan Bombing Damage Area (BDA). Pesawat CN-235/F-27 melaksanakan penerjunan pasukan. Paskhasau melaksanakan Pengendali Pertempuran, Pertahanan Horizontal, Pengendali Pangkalan dan Combat SAR.

Gelar kemampuan yang diujikan tidak terbatas pada kemahiran para Penerbang Angkatan Udara dalam bermanuver pada pertempuran udara atau dikenal Dog Fight atau serangan udara lainnya serta kemampuan Paskhasau dalam merebut kembali dan mengamankan fasilitas pangkalan udara. Para petugas kesehatan pun ikut dilatihkan dengan menggelar kesehatan lapangan (keslap) dan pengungsian medis udara (pmu) untuk menguji kemahirannya dalam menangani korban perang maupun bencana alam. Begitu juga dengan personel fasilitas dan konstruksi berlatih kemampuan dalam memasang portable runway light untuk menguji kecepatan dalam menyiapkan landasan agar dapat didarati kembali setelah fasilitas pendaratan mengalami kerusakan.

Dalam perang, seluruh kekuatan udara dan pendukungnya yang dilib
atkan harus dikendalikan secara terpusat dan dipimpin seorang panglima yang memahami benar akan strategi dan keadaan yang terus berkembang. Setiap unsur pelaksana diberikan tujuan tugas yang terkoordinir dan memahaminya serta unsur kawan, kata Pemimpin Umum Latihan menjelaskan tentang manajemen kekuatan udara di medan perang.

 

LATIHAN PUNCAK ANGKATAN UDARA

LATIHAN PUNCAK ANGKATAN UDARA

LATIHAN PUNCAK ANGKATAN UDARA

LATIHAN PUNCAK ANGKATAN UDARA

LATIHAN PUNCAK ANGKATAN UDARA

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Herman Prayitno memberikan bingkisan kepada salah seorang perwakilan sunatan massal saat dilaksanakan pelayanan gratis di Rumah Sakit Angkatan Udara Pekan baru

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel