Berita

Latihan Survival Bagi Awak Pesawat

Dibaca: 10 Oleh 23 Mei 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Survival bagi seorang penerbang tempur sangat penting, hal ini untuk mengantisipasi jika pesawat yang diterbangkannya mengalami kerusakan dan penerbang melakukan eject di daerah musuh. Agar tetap bertahan hidup baik di darat maupun di laut, maka penerbang tersebut melakukan upaya untuk mempertahankan hidup yang disebut SERE (Survival, Evation, Resistance, Escape).

 

Terkait dengan hal tersebut maka sebanyak 60 personel Lanud Iswahjudi terdiri dari para penerbang dan perwira teknik melaksanakan latihan survival dasar selama tiga hari, yang pembukaannya dilakukan oleh Komandan Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Ismono Wijayanto, ditandai dengan penyematan pita sebagai tanda peserta latihan di Lapangan Dirgantara Lanud Iswahjudi, Rabu (28/4).

 

Dalam sambutannya Komandan Lanud Iswahjudi mengatakan bahwa latihan survival dasar merupakan ajang yang tepat bagi para awak pesawat khususnya yang bertugas di Lanud Iswahjudi untuk lebih mengenal dan memahami cara-cara memanfaatkan potensi alam lingkungan baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan guna mendukung kelangsungan hidupnya baik di darat maupun di air dalam kondisi darurat hingga datangnya pertolongan.

Baca juga:  Itjenau Adakan Pemutakhiran Data di Wingdikum

 

Pada kesempatan yang sama Komandan Lanud Iswahjudi menutup latihan ”Bhuwana Paksa” bagi para karbol AAU yang sejak tanggal 26 april lalu mengadakan latihan di Lanud Iswahjudi, mengatakan karbol sebagai kekuatan TNI AU di masa mendatang, hendaknya harus memahami betul kompleksitas tugas-tugas dengan cara menyiapkan diri sebaik mungkin dengan belajar dan berlatih agar tampilan TNI AU akan semakin baik lagi di masa mendatang.

 

”Bagi para karbol yang berasal dari dusun jangan berkecil hati karena saya juga berasal dari dusun yang kira-kira jaraknya 30 KM dari Lanud Iswahjudi, untuk itu jangan bosan untuk terus berlatih dan berlatih dalam meraih kesuksesan”, pungkas Kolonel Ismono Wijayanto.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel