TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Latihan Survival Dasar 2019, Danlanud Iswahjudi: Penerbang Mutlak Miliki Kemampuan SERE

By 15 Feb 2019 February 18th, 2019 Berita
jebakan

TNI AU. Penlanud Iswahjudi (15/2). Survival dasar mutlak diperlukan bagi setiap awak pesawat sebagai bekal melaksanakan operasi penerbangan yang penuh dengan resiko, apalagi selaku penerbang menjadi sasaran dalam medan pertempuran, oleh karena itu seorang penerbang mutlak mempunyai kemampuan (SERE) Survival (bertahan hidup), Evasion (penghindaran) Resistance (perlawanan) dan Escape (melarikan diri), demikian dikatakan Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., saat membuka latihan survival dasar bagi penerbang dan perwira teknik, di lapangan Dirgantara, Jumat (15/2).

Lebih lanjut Danlanud Iswahjudi mengatakan bahwa tujuan latihan survival yang diikuti oleh 40 pilot dan 5 ground crew ini adalah untuk menyegarkan kembali dan mempersiapkan fisik maupun mental peserta, agar mampu menghadapi keadaan darurat, baik didarat maupun dilaut. “Hal tersebut sebagai upaya untuk menyelamatkan diri pada saat mengalami musibah dalam melaksanakan misi penerbangan, sehingga para peserta mampu mengenali berbagai bentuk ancaman rintangan serta dapat bertahan hidup dengan memanfaatkan medan yang ada dan selanjutnya mampu mencari tempat yang aman, dan mudah dilihat pasukan kawan guna mendapatkan pertolongan,” ujar Marsma TNI Iko.

“Untuk itu agar para peserta latihan survival dasar memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan latihan dengan maksimal. Patuhi semua ketentuan dan perintah yang diberikan oleh para pelatih, agar latihan dapat berjalan tertib aman dan lancar,” harapnya.

Usai upacara Latihan survival dasar tahun 2019, para peserta mengikuti ground school yang dibuka oleh Mayor Pnb I Kadek Suta Arimbawa, selanjutnya dilanjutkan disampaikan Analisa Daerah Operasi (ADO), Kesehatan Lapangan oleh Lettu Kes dr. Putu, Psikologi lapangan oleh Kapten Arif Varlyanto. S. Psi, Pengenalan parasut, macam macam ceratan, teknik mendirikan tenda, pengenalan toolkit, pelampung, dari Yonko 463 Paskhas termasuk pelajaran kompas, hoist, perkubuan, tananam dan binatang.

Sedangkan pelaksanaan jungle survival maupun sea survival rencana akan dilaksanakan di lereng Gunung Wilis tepatnya di Telaga Ngebel kabupaten Ponorogo tanggal 21-22 Februari 2019, mendatang.

Pos Terkait

Kirim Komentar/Pertanyaan

Latihan Survival Dasar 2019, Danlanud Iswahjudi: Penerbang Mutlak Miliki Kemampuan SERE