Berita

LATIHAN SURVIVAL TEMPUR “WANA TIRTA YUDHA 2006”

Dibaca: 16 Oleh 23 Mei 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Pentak Malang, 7/1/2006

Diskenariokan Pesawat TNI AU jatuh didaerah musuh, penyebabnya masih diselidiki, entah terkena tembak musuh atau karena factor lainnya, yang pasti semua awak pesawat melakukan penyelamatan dari musibah pesawat yang diterbangkannya dalam kondisi selamat.

Dengan bekal yang ada, awak pesawat tersebut berupaya menghindari dari tangkapan musuh tersebut dan menyelamatkan diri berikut dokumen-dokumen penting yang dibawanya, agar tidak jatuh ke tangan musuh. Usaha keluar dari daerah musuh sangat sulit dilakukan mengingat kondisi medan yang begitu menyilitkan, mereka harus brtahan hidup dialam terbuka. Dan untuk itu mereka terpaksa makan ular dan kelinci atau hewan dan tumbuhan yang mereka temukan di hutan dengan terus meningkatkan kewaspadaan sampai mendapat pertolongan dari pasukan tim SAR.

Sementara itu laporan tentang musibah tersebut telah sampai kepada Panglima Koopsau II, yang kemudian segera membentuk Tim SAR dan pertolongan lainnya, guna mencari dan menyelamatkan awak pesawat yang mendapatkan musibah.

Pencarian dilakukan tidak hanya mengandalkan laporan saja, tetapi Tim juga melakukan berbagai survey ke lokasi yang dianggap memungkinkan terjadinya musibah tersebut. Disamping mengerahkan Helikoptr untuk SAR, Koopsau II juga mengerahkan pesawat tempur lainnya guna menetralisir wilayah udara tempat musibah terjadi, sehingga musuh dapat diminimalisir kekuatannya, sehingga sampai seluruh awak pesawat dapat diselamatkan.

Baca juga:  Karya Bakti Lanud Abd Saleh “Plengseng” Irigasi di Blandit

Latihan Survival Tempur Koopsau II dengan nama “Wanatirta Yudha 2006”, digelar selama empat hari, mulai tanggal 26 s/d 29 Juni 2006, didaerah Selorejo Ngantang Kabupaten Malang jawa Timur.

Upacara Pembukaan dengan Irup Kepala Staf Koopsau II Marsekal Pertama TNI BS. Silaen ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan, Pelatih, Pelaku dan Pendukung. Di lapangan Skadron Paskhas 464 Wing II Paskhas Abd Saleh.

Pangkoopsau II Marsdhya TNI IB. Sanubari, SE Dalam sambutannya yang dibacakan Kas Koopsau II Masrma TNI BS. Silaen mengatakan bahwa latihan ini ditujukan khusus bagi awak pesawat TNI AU yang bertugas di jajaran Koopsau II, latihan bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan khusus awak pesawat untuk melaksanakan tugas-tugas operasi, dan melatih kemampuan fisik dan mental awak pesawat satuan dalam jajaran Koopsau II serta untuk mempertahankan hidup, menyelamatkan diri dalam situasi darurat di daerah pertempuran.

Lebih lanjut diharapkan kepada seluruh peserta latihan agar melaksanakan latihan ini dngan serius dan penuh kesungguhan, tetap menjaga disiplin dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitarnya, sehingga di samping sasarn latihan dapat tercapai juga akan semakin terwujud kemanunggalan TNI dengan rakyat secara mantap.

Baca juga:  TNI AU Akan Gunakan CAT dalam Proses Seleksi

Latihan yang melibatkan 121 orang peserta, masing-masing terdiri dari 50 orang Pelaku, 71 orang Kolat dan Pendukung dalam jajaran Koopsau II itu, dengan materi latihan Kompas siang dan malam, penggunaan GPS, Perlawanan, Pelolosan dan Interogasi, Hasty, KSPT dan droping logistic serta maneuver air dan Hoist. Semua materi latihan tersebut terangkum dalam 4 (empat) tahapan yang harus di lakukan oleh pelaku yang dikenal dengan istilah SERE yaitu tahap survival atau bertahan hidup (Survive), tahap upaya menghindari dari pengamatan atau incaran musuh (Evasion), tahap daya tahan tubuh dan mental dalam kondisi darurat (Resistance) dan tahap pelolosan diri dari tangkapan musuh (Escape).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel