Berita

Letkol Pnb Daan Sulfi, Akhiri Jabatan Komandan Skadron Udara 7

Dibaca: 59 Oleh 21 Sep 2011Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Letnan Kolonel Pnb Daan Sulfi S.AP.,M.Si., Komandan Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Subang akan menyerahkan tugasnya kepada Mayor Pnb Sapuan S.Sos, dalam upacara dipimpin Komandan Lanud Suryadarma Kol Pnb Heraldy Dumex Dharma, S.AP, MSi, di Apron Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma, Kalijati, Rabu (21 /9). Sebagai komandan satuan TNI di Subang menjadikannya disegani karena memimpin banyak personel dan mengawaki Helikopter. 

Letkol Pnb Daan Sulfi S.AP.,M.Si., merupakan alumni Akademi TNI Angkatan Udara, Yogyakarta lulus tahun 1990. Berbagai jabatan dan tugas di TNI AU pernah dialaminya, khususnya operasional pesawat helikopter baik di Kalijati, Bogor maupun Jakarta. Sehingga pengalaman terbang di berbagai wilayah propinsi mulai dari Aceh hingga wilayah Indonesia Timur pernah dialami. Bahkan dari tahun 2003 hingga kini, masih tercatat pilot VIP kepresidenen RI.

Kiprah Sebagai Komandan Skadron Udara 7

Letnan Kolonel Pnb Daan Sulfi dilantik sebagai Danskadron sejak 20 April 2010 sebelumnya menjabat Kepala Dinas Personel di Lanud Suryadarma. Sebagai Komandan Skadron Udara 7, ia harus bertanggung jawab terhadap kesiapan dan operasional dua jenis pesawat helikopter Bell 47 G Solooy dan EC 120 Colibri yang jumlahnya puluhan unit. Bagi TNI AU Pesawat Helikopter merupakan armada udara yang memiliki tugas cukup penting khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi udara bagi satuan lainnya, seperti dukungan angkutan, SAR dan tugas lainnya. Selain itu, di Skadron Udara 7 sejak 1987 memiliki tugas tambahan pendidikan penerbang helikopter militer setiap tahunnya. 

Baca juga:  Sosialisasi Lambangja Dan Sosialisasi Bahaya NAPZA

Oleh karena mengawaki skadron pesawat helikopter, Komandan Skadron Udara 7 dalam tugasnya membawahi dua kepala seksi, Kepala Seksi Operasi untuk pelaksana kegiatan penerbangan dan Kepala Seksi Pemeliharaan untuk pelaksana kesiapan pesawat sebelum diterbangkan. Selama sekitar 18 bulan menjabat operasional Pesawat Helikopter berlangsung dengan lancar, bahkan tidak ada satupun yang mengalami accident. Hal ini merupakan salah satu prestasi yang patut disyukuri karena salah satu ukuran keberhasilan Danskadron udara adalah tidak adanya kecelakaan terbang (accident).

Beberapa terobosan Letkol Pnb Daan Sulfi yang akan menempati pos baru di Staf Perencanaan Mabes TNI AU dalam segi profesionalisme antara lain teknik penerbangan penerbang meningkat karena pelatihan secara terjadwal dan berlanjut, kesiapan engine pesawat membaik karena cek secara terjadwal dipatuhi, keamanan markas skadron terjaga karena petugas piket bersenjata. Selain itu dalam peningkatan disiplin bebarapa hal dapat diwujudkan seperti setiap perintah yang diberikan senantiasa dalam kontrol bapak buah, tidak ada ijin yang diberikan secara mendadak, kondisi tubuh tiap personel senantiasa dalan kontrol keadaan idealnya apabila keberatan badan memakai ban merah bertuliskan over weight di lengan kiri, kesiapan aircrew dalam tugas luar selama satu bulan cenderung tinggi karena pemilihannya diacak dan lainnya. 

Baca juga:  LARI 10 K HUT KOOPSAU I DI LANUD HALIM

Dalam hal pendidikan penerbang helikopter setiap tahun rata-rata diluluskan sekitar 18 personel dari sumber Sekbang PSDP dan Alumni AAU. Mereka disalurkan ke satuan operasional TNI yang mengawaki pesawat helikopter. Sedangkan pesawat latih dasarnya mulai tahun 2012 siswa penerbang helikopter mulai memakai jenis EC 120 Colibri yang sudah computerized menggantikan Bell 47 G Solooy karena terlalu lama masa pakainya. Menurut Letkol Daan Sulfi yang dikenal keras dan komitmen menegakkan kedisiplinan anak buahnya berpendapat alangkah baiknya di Skadron Udara 7 dipisahkan antara skadron latih dan operasional sehingga tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. 

Dalam segi pembinaan mental Danskadron Udara 7 berusaha membiasakan sholat dhuhur berjamaah, pengajian setiap bulan di markas skadron, ceramah keselamatan terbang dan kerja setiap Hari Rabu. Ditanya mengenai program kunjungan siswa sekolah umum di Subang ke skadron untuk melihat pesawat, Danskadron mempersilahkan dengan melaksanakan prosedur perijinan bagi pimpinan rombongan ke staf terkait. (DAPS).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel