Berita

Letkol Pnb Dedy Iskandar Bersama Tucano Telah 700 Jam Terbang

Dibaca: 229 Oleh 10 Feb 2016Tidak ada komentar
Letkol Pnb Dedy Iskandar Bersama Tucano Telah 700 Jam Terbang
#TNIAU 

Menjadi seorang Komandan Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh, Letkol Pnb Dedy Iskandar mengatakan bukan tugas yang ringan. Karena bertanggung jawab terhadap pembentukan pilot baru, dan terbang tidaknya pesawat Super Tucano. Menurutnya, tugas tugas tersebut membutuhkan ketelitian yang tinggi karena seorang Komandan harus bisa melihat kemahiran pilot dan kondisi psikologis pilot sehingga tidak asal terbang.

Kualifikasi cek pilot dilakukan ketika pilot akan melaksanakan tugasnya untuk terbang,” kalau bagus pilotnya bisa terbang sendiri tapi kalau tidak bagus ya tidak boleh terbang”, terang Perwira TNI AU asal gresik ini. Letkol Dedy Iskandar juga menjadi instruktur bagi siswa yang akan menempuh pendidikan yang berkaitan dengan pesawat Super Tucano. Mengenai keahliannya menangani Super Tucano, Letkol Pnb Dedy mengaku mendapatkannya di Brazil. “disana, saya diajari mengenai pesawat Super Tucano mulai dari teori, sistem pesawat, dan secara general saya mempelajarinya”, ungkap suami dari Rosanti ini. Dan setelah pesawat sampai di Indonesia, baru diajarkan praktek.

Baca juga:  DANLANUD BALIKPAPAN TINJAU MAKO LATGAB

“Peralatan pesawat Super Tucano memang sangat canggih dan sangat cocok untuk kondisi alam Indonesia yang berbukit-bukit. Bahkan tidak hanya Indonesia yang membeli, Amerikapun membeli pesawat Super Tucano ini, katanya. Pengalaman Letkol Pnb Dedy untuk terbang, memang tidak hanya menangani Super Tucano. Setelah lulus sekolah Penerbang pada 2001, dia pernah menjadi Penerbang pesawat Hawk di Skadron I Pontianak, Lanud Supadio Kalbar. Setelah itu, Indonesia beli Sukhoi pada 2005. Saya menjadi salah satu Penerbangnya,” jelasnya.

Dikatakannya, menjadi Pilot memang tidak mudah. Apalagi saat harus menerbangkan pesawat Super Tucano. Karena pengalamannya, tak heran jika Letkol Pnb Dedy meraih berbagai tanda jasa selama menjadi anggota TNI AU. “Banyak sebenarnya tanda jasa itu, berarti dia tidak pernah melakukan kesalahan selama bertugas. “Selama 19 tahujn bertugas Letkol Pnb Dedy Iskandar tidak pernah melakukan kesalahan, jam terbang bersama Super Tucano pun tinggi, hingga saat ini sudah 600 sampai 700 jam.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel