Berita

Lettu Pnb Fulgensius Dio Prakoso Lulus Konversi Ke-8 Pesawat F-16 Fighting Falcon

Dibaca: 60 Oleh 28 Feb 2017Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Andyawan M.P., S.I.P.,M.Tr (Han), secara resmi menutup pendidikan Konversi pesawat F-16 Fighting Falcon Angkatan ke-8, di Hanggar Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Rabu (22/2).

Lettu Pnb Fulgensius Dio Prakoso sebagai salah satu siswa pendidikan Konversi ke-8 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, dinyatakan lulus terbang solo dengan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, ditandai dengan upacara tradisi pemasangan Badge Dragon number.

Lettu Pnb Fulgensius Dio Prakoso merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2012, lulusan Sekolah Penerbang (Sekbang) angkatan 85, saat ini telah memiliki 559 jam terbang dengan pesawat Charlie, Bravo, T-50i Golden Eagle dan F-16 Fighting Falcon.

Dalam upacara penutupan tersebut, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Andyawan M.P., S.I.P.,M.Tr (Han), menyampaikan pendidikan Konversi merupakan pembinaan dan kaderisasi dalam pemenuhan kebutuhan awak pesawat, khususnya pesawat F-16 Fighting Falcon yang saat ini masih kurang apabila disesuaikan dengan jumlah pesawat yang ada. Untuk itu, Danlanud berharap kepada Lettu Pnb Fulgensius Dio Prakoso dapat segera beradaptasi serta terus belajar dan berlatih, karena menjadi awak pesawat yang berkualifikasi siap operasional, dibutuhkan kedisiplinan, loyalitas dan berdedikasi juga harus senantiasa meningkatkan profesionalitasnya serta menjaga kesamaptaan yang prima.

Baca juga:  Upacara Bendera di Lanud Sultan Hasanuddin

“Menjadi penerbang F-16 merupakan amanah bagi saya, dan ini bukan merupakan akhir namun awal saya sebagai seorang penerbang tempur di TNI Angkatan Udara”, ungkap Lettu Pnb Fulgensius “Lizard” Dio Prakoso.

Hadir pada acara penutupan pendidikan Konversi pesawat F-16 Fighting Falcon Angkatan ke-8, Komandan Wing 3 Kolonel Pnb M. Arwani, para Kepala Dinas, Komandan Satuan, para Kasi dan Perwira serta anggota Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel