Berita

Mabesau Peringati Ke-69 Hari Bakti TNI AU

Dibaca: 3 Oleh 01 Agu 2016Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Serangan udara pada pagi hari yang dilakukan Kadet penerbang Penerbang Mulyono, Sutarjo Sigit, dan Suharnoko Harbani terhadap kedudukan Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga, merupakan operasi udara pertama kali yang dilakukan TNI Angkatan Udara. Peristiwa heroik yang terjadi 69 tahun silam itu, telah menorehkan tinta emas, perjuangan dan pengabdian TNI Angkatan Udara kepada Negara tercinta ini. Meskipun pada sore harinya, TNI AU kehilangan pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai luhur dari sebuah pengabdian sekaligus pengorbanan dari kedua peristiwa tersebut, hendaknya dapat kita maknai pada setiap kegiatan memperingati Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.

Demikian sambutan Kasau pada upacara peringatan Hari Bakti Angkatan Udara yang dibacakan Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasau Marsda TNI Dr. Usra Hendra Harahap M.Si di Lapangan Apel Mabesau, Cilangkap, Jum’at (29/7).

Dikatakan, semangat pengabdian yang tulus, rela berkorban dan dedikasi yang tinggi merupakan nilai luhur yang telah ditunjukan oleh para pelopor dan perintis TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai luhur tersebut bersifat kekal dan harus berkembang dan tumbuh subur dalam diri setiap prajurit TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai tersebut akan tetap relevan dan tidak akan pernah rentan oleh kondisi lingkungan strategis yang terus berkembang sesuai dengan dinamika tata hubungan dalam kehidupan bermasyarakat, bebangsa dan bernegara.

Baca juga:  Lanud Halim Dukung Penanaman 2020 Pohon Sukun di Jajaran Koopsau I

Lebih lanjut dikatakannya, medan perjuangan dan pengabdian telah berubah, demikian juga tantangan tugas yang harus dihadapi oleh TNI Angkatan Udara sekarang dan di masa depan, akan semakin berat dan komplek, seiring dengan dinamika kondisi lingkungan strategis yang terus berkembang dengan cepat. Sementara itu, keterbatasan diberbagai bidang masih harus kita hadapi, termasuk ketergantungan kita terhadap luar negeri. Kondisi faktual tersebut mengharuskan kita untuk senantiasa berpikir kreatif, rasional dan sinergis dalam mencari solusi yang terbaik, serta kompak dalam melangkah dan bertindak. Dengan demikian ditengah-tengah situasi yang cukup komplek ini, kita masih dapat mempersembahkan pengabdian yang terbaik kepada negara dan bangsa.

Pada peringatan ke-69 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara tahun 2016 ini, bertemakan ”Dilandasi Semangat Kepahlawanan 29 Juli 1947, TNI Angkatan Udara Bertekad Meningkatkan Darma Bhaktinya Untuk Bangsa dan Negara”. Menurut Kasau, tema ini merupakan tekad kita bersama dan hendaknya senantiasa menjadi sumber inspirasi bagi setiap diri seorang prajurit TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Kita bangun bersama profesionalisme prajurit yang kita harapkan, dengan tetap dilandasi oleh semangat pengabdian dan jiwa juang yang tinggi, sebagaimana tersirat dalam Saptamarga dan Sumpah Prajurit. Dengan kondisi organisasi seperti itu, saya yakin TNI Angkatan Udara akan mampu melaksanakan tugas-tugas seperti yang diamanahkan dalam UU RI Nomor 34 Tahun 2004.

Baca juga:  Lanud Supadio Antisipasi Penyakit Difteri dan Filariasis

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel