TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Ikuti Pendidikan Bela Negara di Lanud Halim Perdanakusuma

By 26 Nov 2018 Berita
WhatsApp_Image_2018-11-24_at_15.22.24

TNI AU. Sebanyak 110 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta mengikuti Pendidikan Bela Negara di Markas Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur selama 2 hari, 24-25 November 2018. Pendidikan Bela Negara tersebut dibuka oleh Komandan Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Bambang Gunarto, S.E., M.M., di Marshailing Area Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (24/11).

Mereka akan dilatih Peraturan Baris Berbaris, Survival Dasar, Wawasan Kebangsaan, Mencegah Paham Radikalisme (Terorisme), Sistem Pertahanan Semesta, Sejarah dan Kepemimpinan.

Turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. A. Sofyan Hanif, M.Pd. Kabinpotdirga Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Pnb Aulia Satria, S.E., M. Tr. (Han) dan bapak ibu Dosen UNJ.

Pada sambutannya, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI M. Tonny Harjono, S.E., yang dibacakan oleh Komandan Wing Udara 1 Kolonel Pnb Bambang Gunarto, S.E., M.M., mengatakan  bahwa pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga Negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut dengan dilandasi oleh kecintaan pada NKRI, yang berdasarkan pada Pancasila sebagai dasar negara dan berpijak pada UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara, guna menjamin kelangsungan hidup Bangsa dan Negara.

Bela Negara merupakan amanah UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 yang menyatakan: “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.  Kemudian pada ayat 2 juga dinyatakan: “Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisisan Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung, lanjut Danlanud.

“Hal ini mengandung makna, bahwa upaya bela negara bukanlah milik sekelompok masyarakat atau golongan tertentu, namun hak dan kewajiban semua Warga Negara Indonesia”, tegas Danlanud.

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. A. Sofyan Hanif, M.Pd. menekankan arti pentingnya pendidikan Bela Negara. “Anda akan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan Indonesia. Sebagai pendidik generasi masa depan, guru diharapkan mampu menggunakan nalar, inovasi dan inisiatif. Tingkatkan cara berpikir dan naluri sebagai pendidik, sehingga mampu membentuk karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.”

Manfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin dan ikuti pelatihan ini dengan kesungguhan hati. Semoga hasil pendidikan bela Negara ini dapat diaplikasikan dan para peserta bisa mengintegrasikannya pada seluruh mata pelajaran di sekolah. Karena bentuk bela negara seorang guru adalah membangun peradaban negeri dan karakter bangsa mulai dari sekolah, lanjut beliau.

Pos Terkait

Kirim Komentar/Pertanyaan

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Ikuti Pendidikan Bela Negara di Lanud Halim Perdanakusuma