Berita

Majelis Dzikir Hubbul Wathon Gelar Tahlilan 7 Hari Wafatnya KH. Maimoen Zubair di Lanud Halim Perdanakusuma

Majelis Dzikir Hubbul Wathon Gelar Tahlilan 7 Hari Wafatnya KH. Maimoen Zubair di Lanud Halim Perdanakusuma
#TNIAU 

TNI AU.  Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Senin (12/08/2019) malam, menggelar tahlilan bersama dengan sejumlah Prajurit TNI untuk mendoakan almarhumah KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen, pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Kebupaten Rembang, Jawa Tengah, yang wafat pada Selasa (6/08/2019) lalu di di tanah suci Mekkah, Arab Saudi. Acara digelar di Masjid Siratunnur Lanud Halim Perdanakusuma.

“KH. Maimoen Zubair, bagi kami bukan sosok yang asing, tiga tahun yang lalu ditengah ancaman perpecahan bangsa, kami mendirikan Majelis Dzikir Hubbul Wathon, yaitu suatu upaya untuk mengembalikan hati-hati yang terpisah, jiwa-jiwa yang terpisah dalam bentuk gerakan spiritual keagamanaan,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi, M.H., selaku penanggung jawab kegiatan.

“Hubbul wathon artinya cinta tanah air,” lanjutnya.

“Beliau sempat menitipkan, agar TNI dan Polri dekat dengan ulama, dan dekat dengan seluruh kekuatan-kekuatan nasionalis di Indonesia,” tambahnya.

“Untuk itu kami merasa sangat perlu, untuk memberikan rasa hormat kami sedalam-dalamnya, kepada guru kami, yang juga gurunya hampir semua pemimpin-pemimpin, sekaligus rasa sedih kami, karena beliau adalah pasak bumi Indonesia,” tuturnya.

Diakhir sambutanya, Hery Haryanto Azumi, M.H. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panglima TNI dan jajarannya yang telah kesekian kalinya melaksanakan acara-acara keagamanaan.  Juga disampaikan ucapan terima kasih kepada Lanud Halim Perdanakusuma yang telah menyiapkan pelaksanaan tahlil bersama.

“Ini sesuatu luar biasa yang kami rasakan sebagai bentuk manunggalnya TNI dengan ulama,” pungkasnya.

Sementara Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP. dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Asisten Teritorial Panglima TNI (Waaster TNI) Brigjen TNI (Mar) Purnomo mengatakan, “Sudah sepatutnya kita merasa kehilangan seorang putra terbaik bangsa, ulama besar, kharismatik, yaitu KH. Maimoen Zubair, sebagai sosok yang istiqomah dalam menunaikan ibadah’.

“Beliau adalah seorang zuhud, sabar penyayang, santun, tegas, rendah hati, bijaksana, yang semuanya dapat kita teladani dengan segala sifat dan kebijakannya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mengemban tugas negara,” tambahnya.

Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., menyampaikan, “Beliau merupakan salah satu sosok ulama yang mempunyai kontribusi besar dalam mengisi kemerdekaan, turut berjuang dalam mempertahankan NKRI, dan mempertahankan Pansacila sebagai idiologi negara.”

“Semangat juang, patriotisme, nasionalisme dan keteladananya, harus kita contoh, dan kita wariskan kepada para pemuda atau generasi penerus bangsa,” ujarnya.

“Beliau merupakan sosok yang dikagumi banyak orang, sehingga menjadi rujukan para ulama Indonesia,” tambahnya.

“Begitu banyak kontribusi beliau kepada bangsa dan negara, sehingga sewajarnya sebagai umat muslim dan juga sebagai anak bangsa, bersama-sama mendoakn almarhum agar diampunan segala kehilapan dan kesalahnya serta diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan disorga,” Panglima TNI menegaskan.

Acara tahlil bersama dilaksanakan setelah Sholat Isya berjemaah, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan tahlil bersama.  Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, dan dilanjutkan dengan Sholawat Khodijatal Qubro.  Usai sambutan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Dzikir Hubbul Wathon dan Panglima TNI, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipandu oleh KH. Ayip Abdullah Abbas, kemudian tausiyah oleh Habib Hamid bin Ja’far al-Qadri dan Prof. Dr. KH. Manarul Hidayat, M.A., Dan dilanjutkan dengan acara testimoni yang disampaikan oleh Ibu. Hj. Lily Chodidjah Wahid, kemudian diakhir dengan doa oleh KH. Teungku Fadli Yasir.

Turut hadir dalam acara tahlil bersama, yakni Kapusbintal TNI Laksma TNI Deri Triesananto, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI M. Tonny Harjono, S.E., beserta anggota Lanud Halim Perdanakusuma, dan anggota Majelis Dzikir Hubbul Wathon.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel