Berita

Makna Hari Bakti TNI AU 2019, Teladani Nilai Kejuangan Para Pahlawan

Makna Hari Bakti Tni Au 2019, Teladani Nilai Kejuangan Para Pahlawan
#TNIAU 

TNI AU.  “Hari Berkabung AURI”, yang sejak tahun 1962 kita peringati sebagai “Hari Bakti TNI Angkatan Udara”, adalah rangkaian peristiwa yang terjadi ketika tiga pesawat TNI Angkatan Udara mengudara dari landasan pacu Lanud Maguwo dan menyerang garis pertahanan Belanda di tiga kota, yaitu Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Demikian sambutan, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang kol Pnb Heri Sutrisno, S.IP, M.Si., saat menyampaikan amanat Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., dalam rangka Peringatan ke-72 Hari Bakti TNI AU tahun 2019, bertempat di Mako Lanud SMH senin (29/7/19)

Dalam penyerangan, ketiga pesawat tersebut diawaki oleh kadet penerbang Mulyono dengan juru tembak Dulrachman, kadet penerbang Sutardjo Sigit dengan juru tembak Sutardjo, dan kadet penerbang Suharnoko Harbani dengan juru tembak Kaput, mereka adalah kadet-kadet sekolah penerbang TNI Angkatan Udara yang belum memiliki pangkat di pundaknya.

Lebih lanjut, serangan ini menjadi monumental karena menjadi operasi serangan udara pertama dalam sejarah TNI Angkatan Udara. Serangan ini menjadi bukti jiwa patriotisme, cinta tanah air, dan sikap anti kolonialisme dari seluruh personel Angkatan Udara atas Agresi Militer Belanda Pertama, ungkapnya

Beberapa jam pasca serangan tersebut, Belanda ternyata melancarkan serangan balasan dengan mengirim dua pesawat P-40 Kitty Hawk untuk menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA yang sedang membawa bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Malaya.

Dalam peristiwa itu, delapan orang gugur, termasuk tiga putra terbaik Angkatan Udara, yaitu Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo
Wiryokusumo.

Momen gugurnya ketiga pahlawan udara tersebut mengingatkan kita, bahwa selalu ada risiko dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit udara. Namun tidak boleh sekalipun, sedetik pun, ada rasa ragu, gentar, apalagi takut. Menjadi prajurit udara adalah jalan hidup yang dipilih Tuhan untuk kita. Kita, prajurit udara, adalah prajurit yang lahir dan tumbuh besar bersama negara.

Maka tepatlah tema tahun ini ”Bakti Pahlawan Udara Menjadi Tonggak Sejarah, Bakti Generasi Penerus Membangun Kejayaan Angkatan Udara”.

Maka, spirit Hari Bakti TNI Angkatan Udara harus dimanifestasikan dalam proses pembangunan postur kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang profesional dan modern. Kita tidak boleh lengah dan abai, karena tugas TNI Angkatan Udara tidak semakin ringan.

Kasau menginggatkan, kita harus berhadapan dengan kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 yang dipenuhi sistem siber-fisik dan ancaman hibrida yang siap menghancurkan bangsa Indonesia dengan berbagai cara. Dalam rangka menghadapi situasi ini, maka pembangunan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama.

Turut hadir dalam kegiatan, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 10/D.I Lanud SMH Ny. Widya Heri Sutrisno, Kadisops Letkol Pas Iyan Rusdian, S.E., Kadislog Letkol Kal Pander E Sianipar, Dansatpom Mayor POM Jarot Nyamantoro serta Kasikamhamlan Mayor Kes Muhammad Siddik, Kasifasin Mayor Sus Kemas Muhammad Gamal dan seluruh anggota, pengurus PIA AG cab. 10/D.I Lanud SMH dan Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) Lanud Sri Mulyono Herlambang.

Sementara itu, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang kolonel Pnb Heri Sutrisno, S.IP, M.Si., mengatakan, bagi penerus bangsa khususnya TNI Angkatan Udara dapat meneladani nilai-nilai para pahlawan utamanya nilai kejuangan, moralitas, budi luhur dan rela berkorban demi bangsa dan negara, dengan demikian TNI AU selalu siap siaga dalam menegakkan keutuhan dan kedaulatan NKRI sesuai tugas pokoknya, ungkapnya

Selanjutnya, Danlanud SMH berserta Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 10/D.I Lanud SMH Ny. Widya Heri Sutrisno menyerahkan tali asih kepada Purnawirawan TNI AU berupa paket sembako dan uang tunai. “Tali asih kami berikan kepada Purnawirawan TNI AU sebagai bentuk penghargaan semasa bertugas dan berjuang menerapkan nilai nilai kepada kita semua,” tutupnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel