Berita

Manasik Haji TK Al-Qur’an se-Bandung Selatan di Lanud Sulaiman

Dibaca: 9 Oleh 13 Des 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Kasi Bintal Mayor Sus Drs. A Mediansyah, M.Ag mewakili Komandan Lanud Sulaiman kolonel Pnb Gutomo, S.I.P menyambut 2500 Murid Raudhatul Athfal se-Bandung Selatan dan 300 guru pembimbing dalam pelaksanaan manasik haji di lapangan upacara staf II Lanud Sulaiman. Sabtu (11/12)

Dalam sambutan yang dibacakan kasi bintal tersebut, Danlanud menyampaikan bahwa manasik haji yang dilaksanakan para murid TK Al-Qur’an merupakan pengenalan dan pembekalan bagi anak-anak dalam pembelajaran agama. Selain sebagai pembekalan dini kepada anak-anak, diharapkan agar setelah mereka menginjak usia remaja dan usia yang matang dapat menyimpan memori kebaikan bagaimana menjadi umat muslim yang baik. “Tentunya, dengan manasik haji bagi anak-anak ini bukan sekedar pelaksanaan yang bersifat ritual semata. Namun, lebih jauh lagi esensi dari manasik haji bagi anak-anak ini adalah terbentuknya sikap “Ummah Wahidah” (umat yang satu) karena kesamaan aqidah,” kata kasi bintal saat membacakan sambutan Danlanud.

Selain itu, dengan dilaksanakan manasik haji pada usia dini ini dapat ditumbuhkembangkan jiwa tauhid yang tinggi, membentuk sikap mental dan akhlak yang mulia, mengajarkan sejarah bagi umat islam, khususnya sejarah perjuangan penegakan aqidah, syariah, dan akhlak Rasulullah Saw dan nabi Ibrahim a.s , dan mengingatkan kepada manusia bahwa pada yaumul mahsyar umat manusia dikumpulkan lebih banyak dan lebih beraneka ragam dibanding wukuf di padang Arafah.

Baca juga:  Lanud Supadio Dirikan Dapur Lapangan

Murid Raudhatul Athfal se-Bandung Selatan pada manasik haji tersebut dikenalkan pula rukun haji, seperti ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan tahalul. Ihram, yaitu niat mengerjakan haji dengan memakai pakaian berupa kain putih. Untuk laki-laki memakai dua helai kain, yang satu diselendangkan dan satu lagi dililitkan seperti sarung. Untuk perempuan, memakai pakaian putih menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan dua telapak tangan. Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah tanggal 9 Dzulhijah dengan melaksanakan ibadah zikir, membaca al-qur’an, membaca talbiyah, mendengarkan khotbah, dan berdo’a. Tawaf, yaitu keliling ka’bah 7 kali dengan permulaan tawaf diawali dan diakhiri dari sudut Hajar Aswad. Sa’i, yaitu lari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali bolak-balik, diawali dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah. Tahalul, yaitu mencukur atau menggunting rambut sekurang-kurangnya tiga helai rambut. Tahalul adalah suatu perbuatan yang menghalalkan kembali larangan-larangan selama ihram.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel