Berita

MANFAATKAN LAHAN KOSONG DENGAN BERTANAM PEPAYA

Dibaca: 2 Oleh 13 Jul 2013Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Marsudiranto W., secara simbolis melaksanakan penanaman pohon pepaya di belakang kantor staf II Lanud Sulaiman, Jumat (12/7). Hadir pada acara tersebut seluruh anggota Lanud Sulaiman dan jajaran skadik-skadik, Ketua PIA Ardhaya Garini Cabang IV/Gabungan II Lanud Sulaiman dan pengurus serta para petani binaan Puskopau Lanud Sulaiman.

Selain Danlanud turut serta dalam penanaman secara simbolis Ketua PIA Ardhya Garini Cabang IV/Gabungan II, para kepala dinas dan para komandan skadik.

Komandan Lanud Sulaiman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada bapak Yaya dari PT. Restu Bumi Parahyangan yang telah membantu dan mewadahi rencana mewujudkan integrasi antara pertanian, pembuatan pupuk kompos serta pemasarannya.

Nantinya, sampah-sampah yang berasal dari pemukiman, daun-daun hasil penebangan pohon maupun sampah rumput bisa diolah sendiri menjadi kompos, hasilnya bisa dipakai sendiri untuk pemenuhan pupuk pertanian atau bisa dijual di pasar disekitar pangkalan. “Demikian juga bila ada lahan kosong, bisa ditanami pepaya baik di perkantoran maupun dipemukiman, hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan anggota sendiri maupun bisa dijual dan PT. Restu Bumi Parahyangan akan membantu dalam pemasaran”, himbau Danlanud.

Baca juga:  Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2018 di Provinsi Lampung

Sementara itu, Ketua Puskopau Kapten Lek Agus Sudarjo mengatakan bahwa penanaman pohon pepaya ini merupakan terobosan baru Puskopau dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota dengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bisa memberikan hasil untuk anggota maupun koperasi.

Untuk pemenuhan kebutuhan bibit pepaya Puskopau menggandeng PT. Restu Bumi Parahyangan. Pepaya yang ditanam kali ini jenis California. “Untuk tahap pertama jumlah bibit yang ditanam sebanyak 500 bibit dan tahap kedua bulan Agustus direncanakan 50.000 ribu bibit”, tambah Kapuskopau.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel