Berita

MANUVER UDARA “ELANG GESIT” 2015 LANUD IWJ

Dibaca: 9 Oleh 16 Apr 2015Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Dalam skenario latihan, akibat perang teluk yang berkepanjangan, telah melahirkan krisis baru yaitu timbulnya Negara ASAS yang pengaruhnya sudah sampai ke Indonesia, dimana dengan ideologi baru yang dibawa membentuk kelompok-kelompok radikal dan melakukan perekrutan serta mengambil alih fasilitas pemerintah sipil dan militer di beberapa wilayah yang di lakukan oleh Partai Singa Merah dari propinsi X yang sudah mendeklarasikan bergabung dengan ASAS.

Kekuatan bersenjata yang dimiliki oleh Singa Merah merupakan rampasan dari TNI dan Negara-negara tetangga yang wilayahnya dikuasai oleh ASAS. Dengan kekuatan tersebut  Singa Merah akan menguasai Jawa Timur khususnya karesidenan Madiun, yang berupakan basis Islam Indonesia, dengan harapan akan memperluas penanaman ideologi ASAS melalui pesantren-pesantren yang ada di Jawa Timur. 

Dari laporan intelijen, dilaporkan Singa merah berhasil menguasai bandar Blimbingsari Banyuwangi, dan memperkuat bandar Udara Blimbingsari dengan pertahahan udara dan meletakkan kekuatan udara dari hasil rampasan dari Negara tetangga dan merencanakan akan melakukan serangan ke Surabaya, namum sebelum serangan ke Surabaya akan menghancurkan kekuatan udara di Iswahjudi yang merupakan payung udara bagi Surabaya.

 Mendapat informasi tersebut Satgaspur Lanud Iswahjudi telah mengadakan pengamatan kekuatan dan kemampuan Singa Merah, di Bandar Udara Blimbingsari, Banyuwangi, dalam rangka mendapatkan air superiority diwilayah Jawa Timur.

Untuk itu Lanud Iswahjudi membentuk Komando tugas operasi udara yang diawali dengan melakukan persiapan dengan mengadakan briefing dari unsur intelijen, unsur Satgaspur dan unsur Pangkalan. Dari unsur-unsur tersebut menyampaikan paparan kesiapan dan rencana gerak untuk menghadapi kekuatan Propinsi Singa Merah.

Dari pengamatan yang di lakukan, Unsur tempur dari Lanud mendeteksi adanya pesawat musuh yang melakukan pengintaian di atas wilayah udara Jawa Timur, sehingga unsur tempur Lanud Iswahjudi melakukan intercef dan memaksa turun (force down) pesawat musuh tersebut dan landing di Lanud Iswahjudi selanjutnya ditangani personel Pomau dan Paskhas untuk dilakukan interogasi dan tindakan lebih lanjut.

Selanjutnya Komando Tugas Operasi Udara (Kogasud) Elang, pada serangan gelombang pertama memberangkatkan dua pesawat F-16 sweeper sebagai MC, dua F-5 sebagai sweeper dan empat T50i striker sebagai DY untuk menghancurkan shelter pesawat, radar, C2 center musuh. Untuk serangan gelombang kedua dua pesawat F-16 sweeper, dua F-5 sebagai MC dan empat T50i striker sebagai DY, menghancurkan bamin, gudang senjata dan air defance musuh.  Namun dalam serangan tersebut salah satu pesawat kita terkena tembakan musuh sehingga mengalami kerusakan dan dalam keadaan darurat pesawat berhasil kembali dan landing di Lanud Iswahjudi, dan unsur crash team Lanud Iswahjudi dengan sigap melaksanakan penyelamatan dan evakuasi terhadap pesawat dan pilot dengan aman dan lancar.

Selanjutnya di hari kedua, Kogasud Elang juga mengadakan dua gelombang serangan, gelombang pertama dua pesawat F-16 sweeper sebagai MC, dua F-5 sebagai sweeper dan empat T50i striker sebagai DY, menghancurkan Runway dan air defance bandara udara Blimbingsari. Gelombang ke-dua pesawat F-16 sweeper, dua F-5 sebagai MC dan empat T50i striker sebagai DY, menghancurkan target mako Batalyon, barak Batalyon serta shelter markas musuh.

Pada serangan di hari kedua ini salah satu pesawat kita kembali terkena tembakan dan terbakar, pilot berhasil melakukan ejact.  Tim SAR dengan menggunakan pesawat helly colibri melaksanakan SAR dan berhasil menemukan pilot yang mengalami patah tangan dan kaki dan selanjutnya mengevakuasi ke Lanud Iswahjudi dan tim ambulan dari rumah sakit dr. Efram Harsana sudah siap memberikan pertolongan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

Demikian secara garis besar kegiatan manuver udara dan kesiapan unsur crash team Lanud Iswahjudi dalam rangkaian latihan satuan Lanud Iswahjudi “Elang Gesit” 2015 dan semua unsur satuan yang ada di Lanud Iswahjudi telah diuji kemampuan ketrampilannya dan secara keseluruhan latihan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Setelah seluruh rangkaian latihan Elang Gesit 2015 Lanud Iswahjudi yang digelar selama tiga hari selesai, Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T., M.D.S., secara resmi menutup latihan dalam upacara penutupan latihan Elang Gesit 2015, di apangan Dirgantara Lanud Iswahjud. Kamis, (16/4).

Pada kesempatan tersebut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Donny Ermawan T., M.D.S., menyatakan sebagai pimpinan umum latihan menilai bahwa secara umum, komando latihan Elang Gesit tahun 2015  sudah baik dan berjalan sesuai dengan yang irencanakan.

“Maka dengan berakhirnya latihan Elang Gesit tahun 2015, personel Lanud Iswahjudi telah teruji, baik secara fisik, mental, kemampuan maupun ketrampilan untuk merencanakan dan melaksanakan tugas-tugas operasi maupun dukungan operasi, sehingga dengan hasil latihan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan  kesiapan operasional”, tegas Danlanud Iswahjudi.

Baca juga:  Lanud J.B. Soedirman Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-90

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel