Berita

“Mari Menghalalkan Gaji Kita, Dengan Kinerja Baik, Patuh Dan Taat Azas”

Dibaca: 33 Oleh 28 Mei 2015Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Demikian antara lain ceramah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW oleh Letkol CAJ Drs H. Abu Haris pada personel Lanud Halim Perdanakusuma, di Masjid Shiratunnur. Rabu (27/5). Peringatan dihadiri Komandan Wing 1 Kolonel Pnb Ir. Purwoko Aji P, M.M.,MDS., yang mewakili Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Sri Pulung D.,S.E., MMgt.Stud., para pejabat, perwira, bintara, tamtama, PNS dan Ibu-ibu PIA Ardhya Garini Pengurus Cabang Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Sri Pulung D.,S.E., MMgt.Stud., menyampaikan peringatan Isra Miraj tahun 1436 Hijriah merupakan sarana memperdalam iman Islam personel Lanud Halim Perdanakusuma dengan mengetahui sejarah Rosullulloh Muhammad SAW, diantarnya peristiwa Isra Miraj. Isra Miraj merupakan salah satu mujizat Rosullulloh SAW karena dapat menempuh perjalanan yang sangat jauh yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso kemudian naik ke langit ke tujuh ke Sidtrotul Muntaha dalam waktu semalam guna mendapat perintah sholat lima waktu langsung dari Allah SWT. “Hikmah perjalanan tersebut adalah pentingnya untuk menegakkan ibadah sholat bagi umat muslim bagaimanapun keadaannya,” tegas Danlanud Halim.

Baca juga:  SELEKSI CASIS TAMTAMA GEL II DI LANUD SUPADIO

Sementara itu, Letkol CAJ Drs H. Abu Haris menambahkan belajar dari Isra Miraj tersebut kita sebagai umat manusia yang diberi karunia hidup di dunia untuk jangan hanya sekedar bercita-cita hidup mulia di dunia saja. “Namun berjumpa dengan Allah SWT seperti Nabi Muhammad SAW yang telah dapat menjumpai-Nya, kelak setelah meninggal sebagai cita-cita yang jauh lebih mulia,” ujar penceramah. Ditekankan apabila manusia ingin bertemu Allah SWT kuncinya menurut Surat Al Kahfi Ayat 110 dengan beramal sholeh dan tidak melakukan kemusyrikan. Sebaliknya apabila manusia sudah merasa cukup dalam hidupnya dan tidak ingin bertemu dengan Allah SWT maka tempatnya kelak adalah di neraka.

Di bagian lain penceramah juga menyinggung lima perilaku hidup manusia yang harus dihindari sebagai penghambat jalan menuju kesholehan. Pertama menerima kondisi kebodohan ilmu tanpa upaya untuk belajar, kedua serakah pada kehidupan dunia, ketiga, riya dalam melakukan amal kebaikan, keempat kikir dalam memberikan harta/amal dan kelima mengagumi pendapat sendiri. Akhirnya penceramah berpesan agar sebagai anggota TNI mensyukuri hidup yang telah diberikan Allah SWT dengan berbuat terbaik dalam hidup dan juga di kedinasan.

Baca juga:  LANUD PADANG KEMBALI MENGGARAP LAHAN TIDUR HINGGA MEMILIKI NILAI EKONOMIS TINGGI

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel