Berita

MARSEKAL MUDA TNI ABDUL MUIS JABAT PANGKOHANUDNAS

By 26 Oct 2015 No Comments
1280px-AURI_Oscar
#TNIAU #TNI-AU

      Hari ini Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memimpipin upacara serah terima jabatan Panglima Kohanudnas dari Marsekal Muda TNI Hadiyan Sumintaatmadja kepada Marsekal Muda TNI Abdul Muis di lapangan upacara Makohanudnas, Senin (26/10). Marsda TNI Abdul Muis merupakan Alumni AAU 1985 yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur AAU, sedangkan Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmadja mendapat promosi jabatan menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.

      Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan bahwa dalam tradisi TNI serah terima jabatan bukan hanya suatu kelaziman melainkan kebutuhan dan keharusan. Didalamnya terkandung spirit dan harapan baru, dalam rangka meningkatkan dinamika organisasi, memelihara semangat pengabdian, menyempurnakan kinerja dan sinergitas satuan, serta mempertahankan momentum regenerasi kepemimpinan dalam tubuh TNI. Sebagai “amanah”, jabatan harus dijaga dengan unjuk dedikasi yang lebih baik, serta diemban dengan unjuk prestasi dalam kinerja. Karena sebagai “amanah” maka pertanggungjawaban jabatan disamping kepada diri sendiri, keluarga, organisasi juga kepada bangsa, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

       Panglima TNI juga menjelaskan bahwa beberapa tahun terakhir, Indonesia telah berhasil melakukan peningkatan kemampuan pertahanan negara, yang dapat ditunjukkan dengan semakin menurunnya aktifitas militer asing untuk mengganggu kewibawaan dan kedaulatan negara kita. Namun pembangunan pertahanan keamanan kedepan masih akan menghadapi berbagai dinamika seiring perkembangan global, regional, dan nasional yang dapat menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi keberhasilan pembangunan. Isu-isu tentang dominasi negara-negara maju, perubahan strategi perimbangan militer, konflik antar dan intranegara mengemukanya proxy war, power politic serta perkembangan sengketa Laut Cina Selatan yang saat ini semakin dinamis, akan berimplikasi pada peningkatan kewaspadaan TNI.

       Lebih lanjut Panglima TNI menegaskan bahwa penyelenggaraan operasi pertahanan udara nasional menjadi semakin strategis peran dan posisinya, dalam rangka menjaga dan memelihara kedaulatan wilayah NKRI. Kekuatan udara nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya kekuatan pesawat tempur sergap, radar pertahanan udara, rudal serang jarak menengah dan jarak jauh saja, tetapi juga ditentukan oleh dimilikinya Air Defence Identification Zone (ADIZ) yang merupakan sebuah zona identifikasi pertahanan udara Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut maka diharapkan adanya upaya politis lebih lanjut untuk memperluas ratifikasi ADIZ Indonesia, yang mencakup yurisdiksi wilayah udara nasional, sebagai sebuah upaya penangkalan strategis dari masuknya ancaman, baik militer maupun non militer di masa mendatang dan memperbesar kontribusi Indonesia dalam mencapai perdamaian dunia.

       Hadir pada acara tersebut, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, Wakasau Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, Pejabat teras Mabes TNI, para pejabat ketiga angkatan dan Polri, sesepuh dan senior, para Athan negara-negara sahabat serta para ibu- ibu pengurus IKKT Pragati Wira Anggini dan PIA Ardhya Garini pusat dan daerah.

 

 

Leave a Reply