Berita

Marsma TNI Sri Pulung Jajaki Pengembangan Larva Maggot

Dibaca: 63 Oleh 27 Nov 2014Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Marsma Sri Pulung D.,S.E.,MMgt.Stud., yang menjabat sebagai Komandan Lanud Halim Perdanakusuma menjajaki kemungkinan pengembangan larva maggot untuk biokonversi sampah serta pakan unggas dan ikan di lahan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), Lanud Halim Perdanakusuma. Penjajakan dilakukan dengan mengundang pakar dan pengembang larva maggot sebagai pengurai sampah, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU., Guru Besar Riset Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Selasa (25/11) ke Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam penjelasannya pada Marsma Sri Pulung D.,S.E.,MMgt.Stud.,di ruang komandan, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU., kemajuan suatu bangsa antara lain ditentukan IQ penduduknya. IQ manusia dapat berkembang karena konsumsi protein yang tinggi tiap individu. Menurut catatan BPS, konsumsi protein Bangsa Indonesia sekitar 60 prosen per tahun, sedangkan negara maju sudah mencapai seratus prosen. Oleh karena itu, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU., putar otak, mencari solusi sumber pangan yang berprotein tinggi.

Dari rasa penasarannya itu, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU., sejak 2010 meneliti larva maggot sebagai biokonversi sampah yang alami. “Larva Maggot ternyata bermanfaat sebagai bahan pangan ikan dan unggas yang berprotein tinggi sekaligus murah, juga untuk kompos tanaman serta bahan obat-obatan” ujarnya. Sekaligus, budidaya maggot akan membantu manusia dalam pengelolaan sampah yang efektif.

Baca juga:  LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA DI SMK YADIKA KALIJATI, SUBANG

Dijelaskan larva maggot merupakan proses metamorfosis tahap kedua dari lima tahap metamorfosis seekor lalat hitam (Hermetia illucens) merupakan binatang serangga dari keluarga lalat. Siklus hidupnya hanya 40 hari yaitu fase telur selama 3 hari, maggot 18 hari, prepupa 14 hari, pupa 3 hari, dan lalat dewasa 3 hari. “Lalat tersebut akan mati setelah kawin” ujarnya saat meninjau lokasi lahan budidaya tanaman sayuran dan ternak.

Sedangkan Marsma Sri Pulung D.,S.E.,MMgt.Stud., menjelaskan di lahan Lanud Halim Perdanakusuma terdapat TPST yang mengolah 20 ton limbah sampah warga kota sekitar Halim Perdanakusuma. Selama ini, sampah dijadikan kompos melalui mesin komposter saja. Dengan adanya larva maggot sebagai pengurai sampah organik serta keinginan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta untuk pengolahan sampah secara efektif, tentu bagaikan gayung bersambut bagi berbagai pihak untuk merealisasikan program pengelolaan sampah yang efektif di Halim Perdanakusuma khususnya dan Jakarta Timur umumnya secara nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma Sri Pulung D.,S.E.,MMgt.Stud., didampingi Kepala Penerangan Lanud Halim juga mengundang Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU., untuk meninjau TPST dan lahan budidaya tanaman sayuran dan ternak yang ada di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

Baca juga:  Pokja Penyusunan Kurdik Susba Lidkrimpamfik Pom di Lanud Adi Soemarmo

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel