halaman

MASA PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN

Dibaca: 16 Oleh 09 Jun 2010Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Masa Perencanaan dan Pembangunan

 

Rencana awal pembangunan lapangan terbang berlangsung pada saat Perang Dunia II (tahun 1938), oleh tentara sekutu dibantu pemerintah Belanda dengan didahului oleh sebuah operasi rahasia untuk mencari lokasi yang dinilai strategis guna kepentingan operasi udara dan pertahanan dari jangkauan musuh (saat itu tentara jepang). Dengan berbagai pertimbangan dan hasil analisa dari pihak sekutu, maka dipilihlah Pangkalan Bun sebagai lokasi untuk pembangunan sebuah lapangan terbang yang saat itu dianggap sangat penting. 
 
Akhirnya dengan pimpinan seorang Controleur dari pasukan Belanda yang bernama JR Luth J Jzn, dengan didahului penjelasan secara rinci tentang rencana pembangunan lapangan terbang itu dihadapan sang Pangeran Ratu Sukma Alamsyah, Sultan XIII yang memegang kekuasaan wilayah daerah saat itu. Kemudian rencana tersebut mendapat perhatian serius dari Pangeran Ratu Sukma Alamsyah, Sultan XIII dan selanjutnya rencana itu disetujui.
 
Berbagai dinamika kejadian antara tahun 1939-1940 mewarnai sejarah daerah ini dengan wafatnya Sultan XIII yang telah memberikan ijin, sehingga diperlukan lagi perijinan ulang untuk realisasi pembangunan Lapangan Terbang dan adanya ketidak harmonisan manajemen antar Controleur dengan satuan tentara sekutu serta banyaknya jatuh korban tenaga pribumi karena kerja paksa, sehingga baru pada sekitar tahun 1941 lapangan terbang dapat diselesaikan untuk selanjutnya dioperasionalkan penggunaannya.

Baca juga:  MESS BINTARA/TAMTAMA LANUD SURABAYA

Setelah lapangan terbang selesai dan diresmikan penggunaannya oleh Komandan bala tentara sekutu/Belanda, saat itu diberi nama Lapangan Terbang (Lap-Ter) “Sabah Uyah” didarati oleh 2 pesawat DC-3 Dakota bernama “Selamat” dan “Sundoro”, P-51 Cocor Merah dan sebuah Bomber/B-25.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel