Berita

MAULID NABI UNTUK MENGINGAT SURI TAULADAN RASULULLAH

Dibaca: 20 Oleh 20 Jan 2014Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Peringatan Maulid Nabi, merupakan tradisi yang sudah kental dan memasyarakat di kalangan umat muslim, sehingga setiap kali datang bulan Maulid, umat Islam senantiasa merayakannya dengan berbagai kegiatan, dengan tujuan untuk mengingat kembali suri tauladan Rasulullah dalam memperjuangkan peradaban umat manusia, yang sangat bermanfaat untuk mengangkat harkat dan martabat umat manusia, demikian penjelasan sambutan Komandan Lanud Abd Saleh yang dibacakan oleh Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Reza Rasyid dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrachman Lanud Abd Saleh. (16/1).

Lebih lanjut dikatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW saat ini, merupakan suatu peristiwa yang sangat penting, apalagi saat ini bangsa kita dihadapkan dengan kenyataan sulitnya mencari sosok manusia yang layak menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, dengan peringatan Maulid Nabi ini di harapkan umat Islam dapat menangkap nilai-nilai yang terdapat di dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, untuk kemudian di jadikan “Uswah” atau suri tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baca juga:  Enam Sejursarta Resmi Dibuka

Komandan Lanud Abd mengajak kepada seluruh anggota Lanud Abd Saleh beserta jajarannya untuk menjadikan momentum ini sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak untuk selalu meneladani perilaku Rasulullah, sehingga kita mempunyai perilaku yang baik dan sikap mental yang tangguh dalam setiap melaksanakan tugas. Meneladani kehidupan Rasulullah tidak mungkin terlaksana tanpa mengetahui apa yang akan diteladani, dalam konteks inilah sangat perlu mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW secara detail dan lengkap, sehingga akan membawa jati diri yang baik sebagai prajurit TNI AU Lanud Abd Saleh.

Selanjutnya Drs. H. Khusnul Fatoni Efendi, M.Ag selaku penceramah peringatan Maulid Nabi ini turut menjelaskan tentang perjalanan kehidupan Rasulullah dari awal hingga akhir. “di dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya diperingati secara seremonial saja akan tetapi harus benar-benar diresapi dan dilaksanakan dalam kehidupan yang nyata agar hasil dari hikmah peringatan Maulid Nabi ini dapat menjadi panduan interaksi dan komunikasi bagi manusia. Rasulullah diutus di bumi ini untuk membangun iman karena berdasarkan fakta sejarah selama 700 tahun kehidupan manusia di bumi tidak ada yang membimbing sehingga saat itu manusia mencari-cari tuhan sesuai dengan keyakinanannya seperti menyembah matahari, api, patung dan lain sebagainya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW lahir di bumi ini untuk menyampaikan kalimat tauhit dengan meluruskan keimanan bagi manusia, dan apa yang telah diajarkan Rasulullah tidak berhenti dan diteruskan oleh umat Muslim di dalam menegakkan keimanan yang merupakan rakhmat Allah SWT.

Baca juga:  Perayaan Natal Bersama Tahun 2018 di Lanud Atang Sendjaja

Dikatakan pula bahwa Iman adalah satu-satunya milik Allah yang tidak diminta kembali. Sementara pemberian Allah lainnya seperti harta dan jabatan tidak akan abadi dan akan kembali kepada Allah SWT. Maka tugas kita adalah memelihara iman kita termasuk iman keluarga dan masyarakat. Jika iman itu lekat dengan kepribadian manusia maka kita tidak mudah terpengaruh dan terjerumus ke dalam dosa. Jadilah manusia yang selalu menegakkan kebenaran, selalu jujur dan menjadi pengayom bagi keluarga dan masyarakat. “sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain” artinya kita sebagai manusia tidak boleh saling merugikan dan menindas akan tetapi kita harus saling peduli dan melindungi sesama. Dipundak kita memikul tanggung jawab misi menyebarkan ajaran Rasulullah dan saling mencintai serta saling menyayangi juga selalu menebarkan salam dan senyum.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel