Berita

MAXIMUM PERFORMANCE, THINK SAFETY

Dibaca: 17 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Keterbatasan bukanlah penghalang. Meskipun dengan kesiapan satu pesawat sejak awal November telah membatasi tingkat profisiensi para penerbang Skadron Udara 15 dalam menjalankan tugas pokok yang diemban. Hal ini menjadi concern dari pimpinan dilingkungan Lanud Iswahjudi. Sehingga Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Tatang Harlyansyah, S.E memerintahkan untuk mengadakan training dua pesawat bagi para penerbang Hawk MK-53 yang di support oleh pesawat-pesawat yang ada di jajaran Wing 3 Lanud Iswahjudi, yaitu F-16 dan F-5.

 

Dimulai sejak tanggal 13 Mei 2008, penerbang-penerbang dari Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 15 melaksanakan Latihan Formation Flight dan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM). Latihan DBFM adalah latihan pertempuran di udara antara 2 jenis pesawat yang berbeda kemampuan, dalam hal ini antara Hawk MK-53 dan F-16.

 

Dilihat dari performance nya, F-16 mempunyai kemampuan hampir tiga kali lipat dari Hawk MK-53. Namun, untuk itulah latihan ini dilaksanakan, selain untuk meningkatkan profisiensi para penerbangnya, juga bertujuan mengenal karakteristik pesawat-pesawat tempur yang berbeda performance. Sehingga dapat dianalisa bagaimana taktik maneuver yang akan dilakukan untuk kill bandit dengan quick dan safe maupun taktik defense yang efektif.

Baca juga:  Lanud Hang Nadim Bersama Ditpam BP Batam, Proteksi Dini Wilayah KKOP Hang Nadim.

 

Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Adam Suharto, menyatakan bahwa sebagai penerbang tempur, meskipun dengan kesiapan 1 pesawat, kita harus tetap eksis dan profesional, serta senantiasa memegang teguh safety dalam setiap pelaksanaan tugas.

 

“Tidak ada kata menyerah untuk maju. Dengan demikian, profisiensi para penerbang Skadron Udara 15 akan tetap terjaga, dengan terus berlatih sambil menunggu datangnya pesawat pengganti Hawk MK-53” yang mudah-mudahan segera terealisasi”, tegas Letkol Pnb Adam Suharto.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel