Berita

Media Sosial Menjadi Medan Pertempuran Baru oleh Sekelompok Masyarakat

Dibaca: 8 Oleh 18 Jan 2017Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Tantangan pada tahun ini akan semakin komplek dan tidak ringan, salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan media sosial. Media sosial menjadi medan pertempuran baru oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya. Penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoak) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinekaan dan munculnya radikalisme.

Hal ini dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Ir Kohanudnas Kolonel Lek. Pujiyanto S.Sip saat Apel pagi di Lapangan Tenis Makohanudnas Halim Perdanakusuma, Selasa (17/1). Sedianya dilaksanakan upacara bendera 17-an, dikarenakan hujan, maka dilaksanakan apel pagi biasa, yang diikuti oleh para pejabat dan anggota Kohanudnas.

Lebih lanjut dikatakan, guna membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar berita bohong (hoax) tersebut, saya perintahkan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI agar jangan mudah percaya terhadap berita bohong tersebut, tetapi percayalah kepada Komandan satuan kalian. Prajurit dan PNS TNI harus cerdas, pandai memilih dan memilah berita yang positif dan bermanfaat, tegasnya.

Baca juga:  Siswa PSDP Sekbang A-88 Kunjungan Ke Lanud Iswahjudi

Selain itu, Panglima TNI juga menyampaikan dalam waktu dekat bangsa Indonesia juga akan melaksanakan pilkada serentak, baik pemilihan gubernur maupun bupati dan walikota. Terkait dengan pelaksanaan pilkada, saya tegaskan kembali bahwa TNI harus netral dan ikut menjamin pilkada berjalan aman, damai dan lancar. Seluruh Prajurit TNI harus tetap bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku, ujarnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel