Berita

Melanggar Wilayah NKRI, Pesawat Sukhoi Paksa Mendarat Pesawat Asing Di Lanud Tarakan

Dibaca: 11 Oleh 13 Agu 2015Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

dua pesawat Sukhoi memaksa pesawat asing mendarat di Pangkalan TNI AU Tarakan. Pesawat asing ini memasuki wilayah Udara Indonesia tanpa di lengkapi dengan security Clearence untuk melintas di wilayah udara Negara Kedaulatan Republik Indonesia, Rabu (12/08).

Penangkapan pesawat asing ini merupakan rangkaian latihan Force Down menggunakan pesawat Boeing 737 disimulasikan sebagai pesawat asing yang memaksa masuk ke wilayah RI. Kegiatan latihan Force Down ini   merupakan rangkaian kegiatan latihan  rutin yang di gelar oleh  Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas)  dalam rangka  Latihan  Udara  dengan  Sandi “Perkasa B-15” .

Satuan Radar 225 Tarakan mendeteksi adanya pesawat udara asing yang memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia tanpa memilki Flight Clearence sesuai informasi yang tertampil pada Flight Clearance Informatiaon System yang dimiliki Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), maka sesuai perintah Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II, unsur Tempur Sergap menggunakan Pesawat Sukhoi SU 27/30 melaksanakan proses intersepsi terhadap pesawat asing yang masuk ke wilayah NKRI tanpa ijin dengan dipandu oleh Ground Control Interceptor (GCI) yang dimilki Satuan Radar 225 Tarakan.

Baca juga:  Latihan Satuan “Brajamusti Tangguh” 2017 Yonko 465 Paskhas

Setelah berhasil melaksanakan intersepsi, Pesawat Sukhoi 27/30 melaksanakan identifikasi secara visual terhadap pesawat asing tersebut dan memastikannya menggunakan jalur komunikasi radio internasional untuk mengecek Flight Clearance, Tail number dan Negara asal dari pesawat asing yang melanggar tersebut.

Satrad 225 Tarakan kemudian melaporkan hasil identifikasi visual yang diperoleh dari Penerbang Pesawat Tempur Sergap kepada Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II untuk konfirmasi. Pangkosekhanudnas II kemudian berdasarkan hasil identifikasi visual memutuskan bahwa pesawat asing tersebut melakukan pelanggaran dengan memasuki wilayah RI tanpa ijin.  

Asisten Operasi Kohanudnas yang bertindak sebagai Kolat (Komando dan Latihan) “Perkasa B-15” Kolonel Pnb Kustono menyampaikan “Untuk mendukung latihan tersebut satu Flight Thunder pesawat Sukhoi SU-27/30 di terbangkan dan dipimpin langsung oleh Komandan Skuadron 11 Letkol Pnb Vincentius Endi Hadi untuk menghadang pesawat Asing yang memasuki wilayah Indonesia tanpa ijin”.

Sementara itu Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea, S.Sos mengatakan “Latihan ini merupakan program rutin Komando Pertahanan Udara Nasional (KOHANUDNAS) TNI Angkatan Udara.  latihan “Perkasa B-15” ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan ketrampilan prajurit TNI Angkatan Udara untuk meningkatkan  kesiap siagaan unsur pertahanan udara (Hanud)  sesuai dengan sistem pertahanan udara nasional dengan pengamatan dan penangkalan yang handal terhadap setiap bentuk ancaman udara lawan di wilayah udara dan  kedaulatan teritorial udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama perairan Karang Unarang blok Ambalat yang kaya akan Sumber Daya alam yang sampai saat ini masih menjadi sengketa. Selama ini Klaim negara tetangga di wilayah perairan  Ambalat membuat pemerintah Indonesia berang.  Untuk menghindari, dikuasainya wilayah tersebut, TNI  Angkatan Udara secara rutin terus melaksanakan operasi dan latihan”. 

Baca juga:  Siti Badriah Hibur Warga Makoopsau I

Lebih lanjut Danlanud Menambahkan “pada latihan Hanudnas  “Perkasa B-15” unsur Pangkalan yakni Lanud Tarakan melatih kemampuan profesionalisme, tanggap prajurit jika sewaktu-waktu terjadi pemaksaan mendarat (Force Down) pesawat asing di Pangkalan TNI Angkatan Udara Tarakan maka kelengkapan seluruh personel Lanud Tarakan yang di Ground sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi”.

Guna mendukung kelancaran latihan ini,  Lanud Tarakan juga melibatkan satuan samping  seperti dari Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai dan Bandara Juwata Tarakan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel