Berita

Mempertahankan NKRI diperlukan Kohanudnas Yang Tangguh

Dibaca: 29 Oleh 19 Mei 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Dradjad Rahardjo S.IP, menyelenggarakan Sarasehan sehari, bertempat di Ruang Antonop Persada Purnawira, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, (18/11). Dengan thema Kohanudnas ke Depan Mewujudkan Pertahanan Keamanan Udara Terpadu. Dengan demikian terwujud Kohanudnas yang tangguh sehingga mampu mengaman , mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Sarasehan yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara Marsdya TNI Imam Sufaat, S.IP, Wakil Ketua Komisi I DPRRI beserta dua anggota, mantan Kasau Marsekal Pur Rilo Pambudi, Marsekal Pur Herman Prayitno, para mantan Wakasau, para mantan Pangkohanudnas dan Alumni AAU 1976 serta para perwira tinggi angkatan udara tersebut menampilkan dua Narasumber/pembicara Ibu Connie Rahakundini Bakrie dari Staf Pengajar FISIP Universitas Indonesia dan juga Direktur Institute Of Defense And Security Studies (IODAS) serta Marsda TNI Purnawirawan Roesman.

 

Menurut Pangkohanudnas Marsda TNI Dradjad Rahrdjo, S.IP, pelaksanaan Sarasehan ini dimaksudkan selain sebagai forum silahturahmi dan komunikasi antara para sesepuh TNI Angkatan Udara dengan generasi penerus angkatan udara, sekaligus untuk memperoleh ide, saran dan alternatif dimana hal tersebut merupakan masukan guna penataan organisasi kohanudnas dimasa mendatang sesuai tujuan reformasi internal TNI yang dilaksanakan sejak tahun 1999 sampai saat ini.

Baca juga:  Kunjungan Kerja Kepala Staf Angkatan Udara Ke Lanud Sulaiman

 

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Imam Sufaat, S.IP dalam sambutannya mengatakan. Bahwa sejak kelahirannya Kohanudnas mengalami berbagai perubahan kedudukan dalam susunan struktur organisasi TNI maupun TNI angkatan udara, hal tersebut terjadi karena adanya tuntutan perkembangan lingkungan strategis maupun untuk optimalisasi pelaksanaan peran, tugas dan fungsi kohanudnas.

 

Pelaksanaan tugas pokok kohanudnas selama ini kurang efektip bila dihadapkan pada keinginan ideal yang diharapkan, hal ini terjadi karena Pangkohanudnas tidak mempunyai kewenangan untuk memerintahkan secara langsung kekuatan udara yang ada. Namun sebagai upaya dalam menanggulangi hambatan tersebut, pesawat buru sergap koopsau telah di BKO kan sehingga pangkohanudnas mempunyai kewenangan langsung untuk memerintahkan , menggunakan pesawat-pesawat tempur tersebut. tegas Kasau

 

Ibu Connie Rahakundini Bakrie Staf Pengajar FISIP Universitas Indonesia sebagai pembicara dalam sarasehan tersebut mengatakan, bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dibelahan dunia yang berada di Asia Tenggara dan memanjang di khatulistiwa antara benua Asia dan Australian, samudra pasifik dan samudra hindia, selain itu Indonesia juga kaya akan sumberdaya alamnya sehingga sangat strategis sebagai jalur perdagangan. kondisi ini tentu akan rentan konplik baik langsung maupun tidak langsung, Oleh karena itu untuk mengamankan dan mempertahankan keutuhan NKRI dan melindungi segenab bangsa dari segala bentuk ancaman diperlukan adanya alutsista udara yang canggih dan tangguh.

Baca juga:  Ketua Yasarini Cabang Lanud Roesmin Nurjadin Buka Masa Orientasi Peserta Didik Baru

 

Dihadapkan dengan kondisi alutsista yang ada saat ini, merupakan tantangan berat bagi kekuatan pertahanan udara kita, dalam mengendalikan dan mengamankan wilayah udara nasional indonesia yang mencapai 5,3 juta kilometer persegi, karena guna mendeteksi, identifikasi dan penindakan diperlukan Kohanudnas yang tangguh yang didukung dengan satuan Radar secara optinal serta terpenuhinya Skadron udara, apabila hal itu dapat terwujud maka kohanudnas mampu mendeteksi secara dini sekaligus mampu menghancurkan pesawat lawan jauh sebelum mencapai obyek vital. tegas Ibu Connie. sementara itu Marsda TNI Purnawirawan Roesman menjadi pembicara kedua dengan judul makalah Sumbang Pikir Setelah 50 tahun lebih mengenal AURI .

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel