Berita

Mendekatkan Diri Dengan Masyarakat

Dibaca: 65 Oleh 15 Mei 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Skuadron Pendidikan 204 yang bermarkas di Pangkalan Udara Sulaiman, Bandung, merupakan satu lembaga pendidikan yang bertanggung jawab dalam penyiapan dan mendidik kemampuan personel Korps Pasukan Khas TNI AU. Personel Korps Baret Jingga yang masuk dalam wilayah pendidikan di Skuadron ini sebelumnya telah mengecap pendidikan dasar maupun para prajurit melaksanakan pendidikan lanjutan.

 

Agar sukses bisa melaksanakan tugas pokok pendidikan militernya, Skuadron Pendidikan 204 jelas harus bersinggungan dengan masyarakat umum. Paling tidak, wilayah operasi dan geraknya banyak memakai lahan masyarakat yang nyata, dengan tujuan untuk memberi pemahaman dan pengalaman langsung kepada para peserta didik pada kondisi medan sesungguhnya.

 

Sedikit di antara wilayah yang juga menjadi lokasi pendidikan siswa di Skuadron pendidikan itu adalah Desa Mekar Wangi, Kecamatan Sindangkerja, Kabupaten Bandung Barat, Desa Cibodas dan Desa Jati Sari, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Semuanya di Provinsi Jawa Barat, yang tidak jauh lokasinya dari Lanud Sulaiman.

 

“Daerah-daerah tersebut yang beberapa waktu dan pada masa mendatang menjadi tempat latihan para siswa yang dididik di Sakadron Pendidikan 204. Pemilihan daerah pegunungan sebagai tempat latihan karena para peserta didik merupakan para prajurit Koprs Pasukan Khas TNI-AU, baik yang baru menyelesaikan pendidikan dasar kemiliteran maupun para prajurit Paskhas yang melaksanakan sekolah lanjutan, mulai tamtama, bintara, dan perwira,” kata Komandan Skuadron Pendidikan 204, Mayor Psk Sigit Hardjanto, kepada Dinas Penerangan dan Kepustakaan Pangkalan Udara Sulaeman, Bandung, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Latihan Crash Team dan Airbag Jack Team di Lanud Abdulrachman Saleh

 

Hardjanto menyatakan hal itu terkait kegiatannya meninjau secara langsung dan bersilaturahmi dengan masyarakat di desa-desa yang sering menjadi lokasi latihan para siswa didiknya. Di sanalah, antara lain, para instruktur dan pendukung dari kesatuannya mencetak dan meningkatkan kualitas pasukan Korps Pasukan Khas TNI-AU.

 

“Kami harus semakin manunggal dengan masyarakat, menciptakan hubungan yang lebih erat dengan masyarakat sekitar, baik itu masyarakat sipil ataupun kolega militer dari lain matra TNI,” katanya. Dalam kunjungan itu, Hardjanto menyerahkan beberapa keperluan masyarakat setempat. “Itu adalah bahan-bahan bangunan karena warga masyarakat sedang membangun tempat penampungan air yang selama ini belum dimiliki warga,” katanya.

 

Sementara Desa Mekar Wangi menerima peralatan olah raga baju kaos tim kesebelasan sepak bola yang kebetulan dalam waktu dekat akan melaksanakan pertandingan tingkat kecamatan, serta bola sepak. Pemberian sumbangan disaksikan oleh karang taruna dan kepala desa masing-masing desa tersebut.

 

Di kawasan pemukiman masyarakat umum itu, skuadron pendidikan itu memang sering melakukan beraneka jenis latihan. Kali ini adalah latihan berganda, yaitu latihan gabungan dari seluruh materi pelajaran teori maupun praktek selama di pangkalan.

Baca juga:  SESKOAU KETINGGALAN SATU GOL DARI KESEBELASAN EKSEKUTIF TNI AU

 

Di sinilah pihak skuadron pendidikan itu melakukan pemilihan daerah pegunungan dan daerah ketinggian dengan harapan menyerupai pada kondisi medan yang sesungguhnya yang akan dihadapi para prajurit baik dalam menghadapi tugas maupun terlibat dalam tugas-tugas operasi gabungan TNI.

 

“Karena latihan berganda merupakan latihan yang lebih difokuskan pada “drill’ tempur dan taktik tempur, baik dalam kemampuan perorangan, regu, kompi, bahkan pada tingkat batalion,” katanya.

 

Masyarakat setempat menyambut baik para prajurit yang menjadikan tempat mereka sebagai daerah latihan disela kujungan tersebut. Kepala Desa Mekar Wangi, Edi Rohimat, menuturkan, “Pada masa datang diharapkan putra daerah di sekitar juga dapat diterima menjadi prajurit TNI AU,” kata Rohimat.

 

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI-AU Sulaiman, Kolonel PNB Wahyu Amirudin Djaja, pada setiap kesempatan selalu mengingat seluruh perangkat maupun siswa di Skauadron Pendidikan 204, bahwa mereka sering berhunbungan langsung dengan masyarakat terkait berbagai kegiatan latihan, sehingga diharapkan dapat menjaga sikap serta menjunjung tinggi nama baik TNI Angkatan Udara umunya dan Lanud Sulaiman khususnya.

Baca juga:  Laksanakan Patroli Satgas Karhutla Di Daerah Tesso Nilo

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel