Berita

Gubernur Sulsel Tinjau Lokasi Banjir Menggunakan Helikopter Super Puma Milik TNI Angkatan Udara

Dibaca: 32 Oleh 17 Jul 2020Juli 20th, 2020Tidak ada komentar
Konsep Otomatis
#TNIAU 

TNI AU. Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr. Ir. Nurdin Abdullah bersama unsur Muspida, meninjau lokasi banjir yang melanda Luwu Utara lewat Udara, dengan menggunakan Helikopter TNI AU type Super Puma H-3213 dari Skadron Udara 6 yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Nugroho Tri/Kapten Ryan, take off dari Bandara Bua Kabupaten Luwu pada pukul 11.02 Wita (mundur dari rencana awal berangkat jam 09.30 karena terkendala cuaca kurang bersahabat dan hujan), Kamis (16/7/2020).

Captain Pilot Mayor Pnb Nugroho Tri, ketika diminta keterangannya mengatakan bahwa sebelum landing di Bandara Andi Jemma Masamba, Bapak Gubernur melalui interkom pswt request kepada Captain Pilot untuk memutari wilayah yang terdampak banjir demi melihat langsung kondisi rakyat Masamba yang tertimpa bencana, walaupun dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan visibility terbatas Captain Pilot berusaha memenuhi permintaan Bapak Gubernur dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan sehingga bisa landing aman di Masamba pada pukul 11.40 WITA.

Sementara Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo, S.I.P., mengatakan bahwa disamping mengerahkan Helikopter, untuk melakukan SAR, evakuasi korban dan droping logistik, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan Pesawat Boeing Intai untuk memantau situasi daerah yang terdampak banjir melalui udara. Pesawat Boeing Intai dari Skadron 5 diterbangkan oleh Kapten Pnb Panji take off dari Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 11.16 Wita menuju sasaran dan landing kembali pada pukul 13.34 Wita.

Baca juga:  Lanud Sjamsudin Noor Dukung Bansos Bencana Alam di Lombok

Lebih lanjut Pangkoopsau II mengatakan bahwa untuk mempercepat pelaksanaan evakuasi korban banjir, maka TNI Angkatan Udara juga menyiapkan Pasukan Khas TNI Angkatan Udara untuk melakukan pencarian korban disekitar pemukiman penduduk yang terdampak banjir.

Danyonko 466 Paskhas Letkol Pas Arie Setyo Wibowo yang sekaligus sebagai Pimpinan Satgas ketika dihubungi dan diminta keterangannya mengatakan bahwa jumlah personel Paskhas yang ditugaskan dalam rangka mengavakuasi korban bencana banjir sebanyak 71 orang personel atau 2 SST.

Berdasarkan hasil pemantauan, penyebab banjir, diperkirakan karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan longsor yang cukup besar di pegunungan yang mengarah ke sungai yang ada di luwu utara, terutama Sungai Masamba.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel