Pustaka

Menhan: Kohanudnas 50 Tahun Siaga Senantiasa

Dibaca: 17 Oleh 10 Feb 2012Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 
Menhan: Kohanudnas 50 Tahun Siaga Senantiasa

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) telah setengah abad menjaga ruang udara sebagai pilar keamanan nasional kita. Kohanudnas adalah ujung tombak upaya penangkalan (detterent) dengan kesiap siagaan jajaran radar, rudal dan pesawat tempurnya selalu mengawasi, mengamati dan menindak pelanggaran kedaulatan dan kewibawaan Negara di udara selama 24 jam terus menerus tanpa henti.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Prof. Dr. Purnomo Yusgiantoro saat tampil sebagai Keynote Speaker dalam lokakarya Strategi Pengembangan Kohanudnas menyambut 50 tahun usia Kohanudnas tanggal 9 Februari 2012. Lokakarya yang diselenggarakan selama dua hari ini dibuka oleh Pangkohanudnas Marsekal Muda TNI JFP Sitompul belum lama ini di Persada Executive Club Halim Perdanakusuma.

Dikatakan, pengawasan wilayah udara Indonesia selama 24 jam sepanjang tahun adalah bentuk upaya penangkalan (detterent) untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia. Pertahanan sebagaimana elemen lain dari Keamanan Nasional memerlukan keseimbangan antara ancaman dan upaya penangkalan (detterent).

Lokakarya diselenggarakan untuk membahas berbagai isu terkait upaya penataan organisasi dan mencari solusi terbaik agar Kohanudnas bisa terus melaksanakan tugasnya secara profesional,efektif dan efisien menghadapi tantangan tugas mengatasi ancaman udara dimasa depan.

Baca juga:  K. 69

Sebelumnya Pakar Doktrin Pertahanan yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI Dr.Andi Widjayanto mengatakan, pengembangan industri pertahanan nasional sangat terkait dengan kebijakan pertahanan dan diplomasi. Penggunakan strategi yang terpadu antara diplomasi dan perencanaan pengembangan pertahanan agar bisa mendapat nilai lebih dalam pengadaan alutsista.

Menurutnya, kemampuan membaca peta industri pertahanan nasional dan merencanakan strategi pengembangan pertahanan akan membawa nilai tambah bagi kemajuan daya tempur TNI menghadapi tantangan masa depan. Sebagai salah satu organisasi yang dianggap cukup sukses bertransformasi ke paradigma baru sesuai amanat reformasi, diyakini TNI tidak akan kesulitan menjadi organisasi perang yang modern, profesional, efektif dan efisien sebagai elemen keamanan nasional.

Tampil sebagai pembicara lain meliputi Wakil Ketua Komisi I DPR Mayjen TNI (Pur) TB Hasanudin, Dirjen Industri Unggulan Kemenperin Prof.Dr.Budi Darmadi, Gubernur Lemhanas Prof.Dr.Budi Susilo Supandji, Pakar Air Power Indonesia, DR.Ninok Leksono yang juga Rektor Universitas Multimedia Nusantara dan Redaktur Senior Kompas/Angkasa, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, mantan Panglima Kohanudnas tahun 2001-2003 Marsda TNI (Purn) Zaky Ambadar

Baca juga:  TNI AU Siap Datangkan Delapan Pesawat Sukhoi dan Tucano

Dihadiri Wakasau Marsdya TNI Dede Rusamsi, Mantan Kasau Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, pejabat di lingkungan TNI,TNI AD,TNI AL,TNI AU, para akademisi dan mahasiswa pertahanan, pihak industri strategis pertahanan serta stake holder dunia penerbangan nasional.

Sumber: www.poskotanews.com

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel