Berita

Menhan RI Ryamizard Ryacudu Beri Pengarahan Seluruh Perwira TNI se Aceh

Dibaca: 12 Oleh 21 Nov 2014Tidak ada komentar
Menhan RI Ryamizard Ryacudu Beri Pengarahan Seluruh Perwira TNI se Aceh
#TNIAU 

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu tiba kembali di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) setelah melaksanakan Kunkernya dari Myanmar mengunakan Pesawat TNI AU, A-7304 Kamis (20/11) pukul 12:05 Wib Menhan beserta Ibu dan Rombongan disambut Pangdam IM Mayjen TNI Agus Kriswanto, Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Basuki Rochmat, Danlanal Sabang Kolonel laut (P) Imam Musani, para Asisten Kasdam, para Dan/Kabalakdam, perwakilan Polda, perwakilan dari Pemprov Aceh, Ketua Persit KCK PD IM Ny. Aik Agus Kriswanto beserta pengurus serta Ketua PIA Ardhya Garini Cab 20 D/I Lanud Sultan Iskandar Muda Nyi Retna Basuki Rochmat.

Giat Menhan Kunker ke Banda Aceh, Kamis 20 Nopember 2014, mengunjungi Prajurit yang melaksanakan Satgas Pam Pulau Terluar RI di Pulau Rondo-Sabang yang berjumlah 34 orang. Mereka terdiri dari 24 personel Marinir dan 10 orang dari Yonif 115/ML Rem 012/TU Dam IM. Selanjutnya, Menhan RI akan bertatap muka dengan seluruh Perwira TNI se-Aceh yang akan dilaksanakan di Balai Teuku Umar (BTU) Makodam Iskandar Muda.

Baca juga:  Hut TNI Sukses Lanud Abd Gelar Pengajian Bersama

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam pertemuan bertatap muka kepada seluruh perwira TNI se-aceh menyampaikan beberapa penekanan Dalam pengarahannya, Menhan RI menyampaikan Pokok-Pokok Kebijakan Umum Pertahanan Negara, meliputi: Kebijakan Pembangunan Pertahanan Negara, Kebijakan Pemberdayaan Pertahanan Negara, Kebijakan Pengerahan Kekuatan Pertahanan Negara, Kebijakan Legislasi, Kebijakan Anggaran, dan Kebijakan Pengawasan, Kebijakan Umum Pertahanan Negara tersebut disusun berdasarkan peraturan perundang-undangan dan beberapa konsep dasar sebagai landasan dalam perumusannya, baik landasan yuridis maupun konsepsional serta berdasarkan visi dan misi pemerintahan tahun 2014 – 2019, ujar Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard .

Jugamemaparkan bahwa, kebijakan pemerintah untuk dapat mengatur peran dan posisi dari setiap institusi-institusi yang bertanggungjawab dalam sistem pertahanan dan keamanan negara guna mendukung keamanan nasional di dalam kerangka negara demokrasi dilakukan melalui kebijakan pertahanan negara. Kebijakan ini ditetapkan dari hasil kajian strategis tentang sistem pertahanan negara yang telah diselenggarakan pada periode lima tahun sebelumnya dan perkiraan situasi lima tahun ke depan. Kebijakan tersebut meliputi: Mempersiapkan pertahanan yang bersifat semesta; Mempersiapkan pertahanan defensif aktif; Menyusun pertahanan berlapis; Melaksanakan kerjasama pertahanan; dan Melaksanakan perdamaian dunia; serta Mengembangkan industri pertahanan.

Baca juga:  Personel Lanud El Tari Mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2015

Sedangkan pada aspek non fisik yaitu meningkatkan kuantitas dan kualitasdengan keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara berdasarkan Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Pasal ini mengamanatkan bahwa bela negara dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib, dan pengabdian sesuai dengan profesi yang diatur dengan Undang-Undang.

Lebih lanjut Menhan RI mengatakan bahwa, hakikat bela negara merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara untuk membentuk kekuatan pertahanan negara guna melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa, demi kelangsungan hidup serta kejayaan negara dan bangsa.

Nilai-nilai dasar bela negara meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara Indonesia, yakin terhadap kebenaran Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan negara, memiliki kemampuan awal bela negara, serta rasa cinta warga negara terhadap tanah air yang harus kita tumbuhkan sejak usia dini, sehingga nanti mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi. “Kedepan, upaya ini akan dilakukan dengan bekerjasama dengan kementerian yang membidangi pendidikan dan mungkin juga dengan kementerian agama karena menyangkut tentang moral dan mental, karena presiden kita bapak Jokowi mencanangkan melaksanakan revolusi mental”, tutup Menhan RI.

Baca juga:  PERWIRA LANUD SURYADARMA MELAKSANAKAN PEMBINAAN FISIK

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel