Berita

Menhan serahkan pesawat Grob G 120 TP-A kepada TNI AU pengganti As 202 Bravo dan T -34 Charlie

Dibaca: 124 Oleh 19 Sep 2013Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Modernisasi alutsista TNI AU telah dan masih berjalan. Setelah proses panjang pemenangan tender pesawat jenis latih pada bulan September 2011 akhirnya, sejak tanggal 22 Mei 2013 seremoni Rool out dengan regestrasi LD 1201, LD1202 hingga LD 1204 dilaksanakan di pabrik Grob negeri Bavaria Jerman. Kedatangan 4 pesawat Grob G120TP-A buatan pabrik Grob Aircraft di Tussenhausen Mattsies  Federasi Jerman pada bulan Juli 2013 yang lalu merupakan realisasi kesepakatan pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman yang telah memesan 16 pesawat hingga tahun 2014. Saat ini TNI AU mulai meremajakan semua alutsistanya termasuk pesawat jenis latih ini.

Sejak dirakit di Lanud Adisutjipto, dan berhasil diujicobakan tanggal 28-29 Agustus 2013, Keempat pesawat generasi terbaru pengganti AS 202 Bravo berturut-turut diujicobakan pertama pesawat LD-1201 dan LD-1202 dan pesawat LD-1203 dan LD-1204. Secara teknis semua pesawat telah siap untuk digunakan.

Penentuan pesawat latih ini membutuhkan pengkajian yang mendalam. TNI AU sebagai operator pesawat membutuhkan pesawat latih yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Terpilihnya Grob G120TP-A telah memenuhi operational requirement yang sekaligus mengalahkan pesaingnya Finnmeccanicaa(Alenia Aermacchi) SF-260TP dan Pacific Aerospace CT-4.

Keunggulan- keunggulan. Pesawat  G120TP-A ini memiliki kecepatan maksimum 439 Km/jam (237 knot). Dan telah bermesin turbo prop menggunakan mesin Roll Roys tipe 250-B17F dengan lima bilah baling-baling.  Dengan model sayap rendah (low wing) dan cantilever meningkatkan kelincahan pesawat berpadu dengan daya mesin putar mesin yang tinggi. Pesawat ini dipilih mengingat telah diproduksi1200 unit dan digunakan oleh 63 tipe pesawat dengan akumulasi jutaan jam terbang.

Baca juga:  PIA AG Lanud IWJ Berbagi, 300 Bungkus Tajil Untuk Warga di Terminal Maospati,

Pesawat ini dibangun menggunakan badan dan sayap dengan kontruksi semi monokok GFRPcomposite sandwich. Tangki bahan bakar diletakkan di dalam kedua sayap sebanyak 360 liter cukup untuk penerbangan selama lima jam dan cadangan 45 menit. Pesawat Grob sebagai pesawat latih dilengkapi kanopi gelembung (buble) model geser memungkinkan mata dapat memandang hampir 360 derajat ke sekeliling termasuk melihat penyetabil horizontal dan vertikal. Kanopi dapat dibuka dari dalam maupun luar saat emergensi. Pesawat ini dapat dioperasikan dalam suhu -20 derajat celcius dan maksimal 72 derajat celcius.

TNI AU memesan avionika analog dengan pertimbangan siswa Pilot pemula harus mengenal instrumen-instrumen dasar penerbangan.  Grob sendiri menyediakan pesawat uji Hibrid menggabungkan sebagian instrument digital dan analog dan opsi bagi fully digital avionic.  Pada G120 TP-A juga terdapat sistem untuk evaluasi penerbangan (debriefing) menggunakan SD- Card recorder yang dapat diunduh ke Komputer jinjing selepas penerbangan.

Keunggulan lain dari pesawat Grob ini adalah dua control stick berada didepan masing-masing pilot dan instruktur. Sementara tuas berada di bagian tengah diantara dua kursi. Peralatan avionik di dashboard pesawat terdiri dari dua versi analog dan digital. Instrumen dasar seperti attitude indicator, airspeed indicator, vertical speed indicator, turn and slip indicator, dan accelerometer terpampang didepan kursi.  Untuk navigasi terdapat kompas, electronic HIS, Derectional Gyro, magnetic Azimuth transmitter, Garmin GNS-430W untuk nav1 dan Nav 2, Garmin GTRX330 mode S Transponder, serta DME Honeywell KN-63/KDI-572.

Baca juga:  Wasrik Itjen TNI di Lanud Pangeran M. Bun Yamin

Pesawat Grob G 120TP-A terbuat dari carbonfibre composite pada badan, sayap dan ekornya. Penggunaan material yang anti korosi ini menjadikan bobot pesawat menjadi lebih ringan tanpa mengurangi bobot kekuatannya. Material carbonfibre membuat permukaan pesawat lebih halus sehingga meningkatkan aerodinamika pesawat. Selain itu bahan ini juga memudahkan dalam hal perawatan. Dengan servis life mencapai 15.000 jam terbang untuk penggunaan aerobatik. Sementara TBO (Time Between Overhead) untuk mesin roll Royce 250-B17F adalah 3500 jam.

Bobot maksimal pesawat Grob G120-TP-A (MTOW) mencapai 1590 kg untuk aerobatik, bobot kosong 1095 kg dan kapasitas bahan baker 290 kg( 360 liter). Pesawat dilengkapi dengan pendingin udara maupun penghangat udara untuk proses de- misting pada windscreen. Kecepatan menanjak 2780 kaki/menit (14,1m/detik) pada kondisi MTOW sea level dan ISA G120TP dapat digunakan terbang visual maupun terbang instrument. Pesawat dapat diterbangkan siang maupun malam dalam kondisi non-icing. Sementara kecepatan maksimum adalah 439 km/jam(237knot) mesin rolls-Royce250-B17F menghasilkan tenaga maksimum 380 SHP (285kw) secara kontinyu (continues Power) dan 456 SHP selama lima menit pada kondisi maksimum.

Pesawat ini hanya membutuhkan landasan tidak lebih 374 m hingga ketinggian 50 kaki. Model sayap low wing dan cantilever sangat mendukung pesawat dalam kelincahan berpadu dengan daya putar mesin yang tinggi. Pasokan bahan bakar memungkinkan pesawat ini terbang secara inverted dan melakukan 13 manuver. Bisa dibayangkan tenaga yang dihasilkan mesin sangat responsif sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan instruktur TNI AU nantinya dalam melatih siswa-siswa Sekbang yang nantinya akan advanced trainer seperti KT-1 Wong Bee  maupun jet LIFT T-50.

Baca juga:  Syukuran Peringatan HUT ke-69 Koopsau II

Menurut rencana Pesawat Grob G 120 TP-A akan diserahterimakan dari Menteri Pertahanan RI Prof DR Ir. Purnomo Yusgiantoro, MSc. MA. Phd kepada Kabaranahan Kemhan selanjutnya diserahkan kepada Aslog Panglima TNI dan akhirnya secara simbolis akan diserahkan kepada Aslog Kasau. Pejabat yang akan hadir dalam serimonial serah terima pesawat Grob ini antara lain Panglima TNI, Kasau, Kasad, Kasal, Ketua Komisi 1 DPR  RI, Dubes Indonesia untuk Jerman, Dubes Jerman untuk Indonesia, Kabaranahan Kemhan, Aslog panglima TNI, Aslog Kasau, Dankodikau serta pejabat TNI dan sipil.

Kadislog Lanud Adisutjipto Letkol Tek Suryanto sebagai ketua pelaksana serah terima pesawat Grob G 120 TP-A dalam kesempatan terpisah mengatakan “upacara serah terima akan di laksanakan di hanggar Skadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto yang ditandai dengan pembukaan selubung pesawat yang sebelumnya dilaksanakan penyerahan buku analog dari Menhan kepada kabaranahan kemudian dari kabaranahan Kemhan kepada Aslog Panglima TNI dan dari Aslog panglima TNI kepada Aslog kasau. “tegasnya. 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel