TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Menhub: Sukhoi Harus Segera Beri Santunan

By 29 Jun 2012Pustaka
emb-314

Rusia menyatakan siap memberi santunan sesuai peraturan di Indonesia.

 

Jenazah korban Sukhoi (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews – Menteri Perhubungan, EE Mangindaan meminta pihak Sukhoi segera membayar santunan kepada keluarga korban pesawat yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat.

“Kita akan memperjuangkan agar para ahli waris itu menerima sekitar Rp1,25 miliar setiap ahli waris,” kata Mangindaan di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 1 Juni 2o12.

Menurut Mangindaan, Kementerian Perhubungan dan PT Trimarga Rekatama sebagai agen Sukhoi di Indonesia akan terus mengawal proses pencairan santunan untuk keluarga korban pesawat Sukhoi Superjet 100 itu.

Saat ini, lanjut Mangindaan, PT Jamsostek masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap ahli waris. Supaya santunan itu tidak salah sasaran.

PT Trimarga Rekatama sendiri menyatakan hingga saat ini perjanjian di atas kertas dari Sukhoi untuk membayar santunan seperti ketentuan di Indonesia, yaitu sebesar Rp1,25 miliar. Meski demikian, kesanggupan itu telah disampaikan secara lisan.

Ungkap penyebab

EE Mangindaan juga bersyukur karena Flight Data Recorder Sukhoi Superjet 100 sudah ditemukan. Perangkat itu, kata dia, akan mempermudah pengungkapan penyebab kecelakaan yang menewaskan 45 orang itu. Apalagi, Cockpit Voice Recorder juga sudah dibaca.

“KNKT saat ini masih mempelajari isi kotak hitam tersebut,” katanya.

Namun, Mangindaan tidak bisa memberikan batas waktu hingga kapan FDR tersebut bisa teranalisa. Apalagi jika dalam percakapan tersebut berkomunikasi dengan bahasa Rusia. “Sehingga kita butuh ahli bahasa dan ahli-ahli yang terkait dengan persoalan itu,” tutup Mangindaan.

Sumber: http://nasional.vivanews.com

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Menhub: Sukhoi Harus Segera Beri Santunan