Berita

MENKO KESRA BUKA GLADI LAPANGAN INTERNASIONAL FTX 2014 DI LANUD PADANG

Dibaca: 15 Oleh 21 Mar 2014Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono secara resmi membuka kegiatan Galdi lapangan Fieid Training Exercise Mentawai Megathrust Direx tahun 2014 di Lanud Padang, Jum’at (21/3). Ribuan peserta dari belasan negara dari Asia Tenggara, Asia Timur, dan Australia mengikuti latihan penanggulangan bencana tsunami di Kota Padang dan Mentawai, Sumatra Barat, 20 hingga 23 Maret. Menko Kesra Agung Laksono Dalam sambutannya, Agung mengatakan pesisir barat Sumatra rawan akan bencana tsunami. Salah satu contohnya adalah bencana gempa dan tsunami Aceh dan Mentawai beberapa waktu lalu.Karena itu, Agung mengatakan pemerintah memberikan pelatihan ini untuk memberikan kesadaran terhadap penanggulangan bencana tersebut kepada petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, dan juga warga yang tinggal di pesisir.”Kita sadar bahwa wilayah kita ini dikelilingi oleh bahaya bencana. Karena itu kita harus bersahabat dengan bencana dengan mempersiapkan penanggulangannya untuk memiminimalisir terjadinya korban jika bencana itu datang,” ujarnya. Lebih lanjut Menko Kesra menjelaskan, penduduk Indonesia dikenal di dunia sebagai orang yang terbiasa dan tangguh menghadapi bencana. Karena itu, banyak negara lain yang ingin berlatih upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Selain itu kita jangan sampai membuat bangsa Indonesia berpuas diri. Karena, pada kenyataannya masih banyak kekurangan dan kelemahan yang terjadi saat menanggulangi bencana. “Karena itu latihan ini diharapkan bisa menambah pengetahuan dalam penanggulangan bencana,” pungkasnya.

Baca juga:  UPACARA BENDERA DI LANUD HALIM PERDANAKUSUMA

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Danlanud Padang Letkol Pnb HKD Handaka, S,sos, MM menambahkan kegiatan FTX yang di pusatkan di Lanud Padang ini dalam simulasinya melakukan misi utama yakni dukungan Air Operation dalam pengiriman bantuan di wilayah paling kritis akibat bencana alam. Selain itu kita juga telah mengirimkan beberapa prajurit Lanud Padang yang terlatih di beberapa wilayah yang terpencil seperti di Kepulauan Mentawai. Berbagai Alutsista dari TNI Angkatan Udara maupun TNI –AD, TNI-AL maupun Basarnas menjadi kekuatan dalam latihan FTX tambahnya.

Kegiatan simulasi ini dilalukan guna meminimalisasi jumlah korban yang muncul bila nantinya terjadi bencana besar dengan mengusung tema “ Meningkatkatkan Kerjasama dan Kemitraan dalam Tanggap Darurat Bencana untuk Mewujudkan Kawasan yang Tangguh”. Selain itu, simulasi digelar sebagai persiapan menghadapi prediksi gempa besar berkekuatan 8,9 Skala Richter di Kepulauan Mentawai atau biasa dikenal dengan megathrust. Megathrust terjadi akibat pergeseran lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia. Simulasi akan digelar hingga tiga hari ke depan. Ada 3.891 orang terlibat dalam simulasi tersebut. Mereka berasal dari TNI, Polri, kementerian, delapan organisasi internasional, tujuh perusahaan swasta, dan sembilan negara anggota ASEAN. 

Dengan guyuran hujan rintik-rintik para pesaerta FTX tetap semangat mengikuti jalanya acara pembukaan dengan Irup Menko Kesra. Sedangkan Komadan upacara depercayakan kepada Kapten POM Agus Leo MP, SH dengan jabatan sehari-hari sebagai Dansatpom Lanud Padang. Sejumlah tamu penting turut hadir dalam kegiatan ini seperti dari pejabat BNPB, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, PU, dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. 

Materi penting yang kan di lakukan dalam latihan ini seperti, Land Operation meliputi, SAR/USAR, Medical Clinic, Field Hospitol, DVI, Shelter Managemant, Field Kitchen, Water Supply, Power Supply, Field Storages, Communications, Enginereering, Field Commend post, Traffic control, Contruction, Sanitation, Logistic supply, Logistic Depo, Transportation. Sedangkan Sea Operations melakukan kegitan seperti, Sea SAR, Sea/Maritime transportion, Air Lift, Air Droppoing, Sea assessment, Sea medical evacuation, Sea evacuation, Communications, Sea hospital, , Logistic hub, Sea Field command post, Agenda lain dari Air operations yakni, Air SAR, Air Transports, Air lift, Air dropping, Air assessment/air photo, Air medical evacuation, Air evacuation, Air traffic control, Communications, Air combat control team, Air base maintanance unit, Air Field command post. 

Peralatan yang di gunakan dalam kegitan gladi FTX meliputi, 17 unit kapal besar dan kecil termasuk satu kapal KRI Suharso yang berfungsi sebagai rumkit TNI-AL, 37 perahu karet, 4 peawat angkut, 6 Helikopter, 82 truk/bus, 83 mobil (Ranger/ambulance), 33 motor trail, 40 tenda lapangan,4 Rumkit lapangan, 1 Posko utma, 280 velbed, 10 genset. Selain itu beberapa Negara juga ambil bagian dalam latihan ini seperti, Australia, Brunai, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Rusia, Selandia Baru, USA, dan Vietnam. Ada juga 6 (enam) organisasi Internasional juga tergabung dalam latihan ini yakni, Mercy corps, AHA Center, UNOCHA, IFRC, FDC, WFP. Dalam latihan ini bisa menjadi ajang penting memperkuat koordinasi antar pemerintah dalam menanggulangi bencana. Yakni, pemerintah kabupaten dan kota sebagai pihak pertama yang memberikan pertolongan pertama kemudian diikuti oleh pemerintah provinsi dengan memberikan dukungan. Setelah itu, pemerintah pusat datang memberikan bantuan dengan melibatkan aparat TNI sehingga koordinasi penanggulangan bencana kita semakin profesional.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel