TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Minggu Team Latma Pitch Black Tiba, Reog Singo Dirgantara Tampil

IMG-20180816-WA0028

TNI AU.  Keikutsertaan 8 pesawat tempur F-16 C/D Block 52ID dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, dalam latihan Pitch Black membuat bangga TNI, khususnya TNI Angkatan Udara, dimana keikutsertaan TNI AU dalam latihan bersama “Pitch Black” yang diselenggarakan Royal Austalian Air Force (RAAF) di Kawasan utara negeri Kangguru tersebut sekaligus sebagai bukti bahwa Indonesia sudah dianggap mampu dan sejajar dengan angkatan udara negara-negara lain.

Latma Pitch Black merupakan ajang latihan dua tahunan yang diselenggarakan AU Australia tersebut akan ditutup tangal 17 Agustus 2018, dan direncanakan akan tiba di tanah air tanggal 18 Agustus 2018, dan akan disambut dengan seni Reog Singo Dirgantoro, oleh personel Lanud Iswahjudi. Pada latihan yang bertaraf internasional ini bertindak sebagai Komandan rombongan latma pitch Black Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Djoko Hadi Purwanto, sedang Skadron udara 3 yang dipimpin oleh Letkol Pnb Gusti Made Yoga “barong” Ambara memberangkatkan 87 personel dan 6 peninjau dari Mabesau.

Panjangnya penantian Indonesia untuk ikut dalam scenario ini dikarenakan pihak Australia hanya melibatkan Angkatan udara yang benar benar masuk kreteria modern alutsista, memenuhi SOP yang baik Profesional dan Safety. Sejak Pitch Black tahun 1981 diadakan Keikutsertaan Indonesia dimulai tahun 1990 an namun masih sebagai observer. “Keikutsertaan dalam latma Pitch Black merupakan tolok ukur profesionalisme Angkatan Udara dalam mengawaki alutsista,” Ungkap Danlanud Iwj Marsma TNI Samsul Rizal, saat melepas keberangkatan 8 pesawat ke Darwin Australia.

Saat perhatian dunia ini tertuju ke RAAF Base Darwin dan RAAF Base Tindal di wilayah utara Benua Kanguru. Sebanyak 140 pesawat dan 4.000 personel dari 12 negara berlatih selama tiga minggu sejak 27 Juli hingga 17 Agustus dalam gelaran Exercise Pitch Black 2018.

Materi latihan dalam latma Pitch Black diantaranya Kekuatan-kekuatan tim peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok penyerang maupun kelompok bertahan. Mereka melaksanakan apa yang dinamakan Offensive Counter Air (OCA) maupun Defensive Counter Air (DCA). Materi lainnya adalah peningkatan kemampuan seperti Air-Land Integration dan ISR (intelligence, surveillance and reconnaissance).

Pesawat-pesawat tempur yang dikerahkan menjadi sorotan utama karena Pitch Black yang diselenggarakan Angkatan Udara Australia (RAAF) sejak 1981 ini, sejatinya adalah menyimulasikan pertempuran udara modern selain melaksanakan latihan-latihan misi operasi bersama. Bagi Indonesia kemampuan dalam pertempuran dalam sekala besar akan menjadi pengalaman yang berharga dalam perang modern.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

Minggu Team Latma Pitch Black Tiba, Reog Singo Dirgantara Tampil