Berita

“Minimum Essensial Force” jawaban yang tepat untuk dilaksanakan

Dibaca: 5 Oleh 19 Mei 2013Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Dengan melihat sejarah masa lalu, kita secara langsung melakukan kontemplasi bahwa para pendahulu telah meletakkan pondasi perjuangan untuk menghadapi setiap tantangan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejarah menjadikan kita lebih arif, karena realitas masa lalu merupakan pengalaman yang tidak ternilai untuk dijadikan “cermin” dalam menatap perjalanan kedepan. Inilah salah satu benang merah yang dapat dipetik dari sebuah sejarah. Untuk itu, perlunya langkah kecil dari setiap prajurit TNI AU, anak bangsa maupun komponen bangsa dalam tataran peran dan fungsinya, sehingga nantinya akan menjelma menjadi langkah besar dalam dinamika pergaulan antar negara di dunia. Demikan amanat Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI I.B. Putu Dunia yang dibacakan oleh Komandan Lanud Ranai, Letkol Psk Tribowo Setyo Cahyono pada Upacara Bendera 17-an di Lapangan Dirgantara Lanud Ranai, yang diikuti seluruh anggota Lanud Ranai dan Satrad 212 Ranai, baik Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil. Jum’at (17/5).

Selanjutnya Kepala Staf Angkatan Udara mengatakan, sebagai salah satu komponen pertahanan negara, TNI Angkatan Udara terus tumbuh berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah satu komponen kekuatan yang dapat menjadi “bargaining power” dalam upaya menyelesaikan komflik antar negara. Agar dapat melaksanakan tugas, maka kebijakan yang ditempuh TNI Angkatan Udara yakni “Minimum Essensial Force” yang merupakan jawaban tepat untuk dilaksanakan. Kita berharap, melalui pelaksanaan Renstra 5 tahunan, pertumbuhan dan perkembangan TNI Angkatan Udara kedepan mampu mewujudkan kekuatan tersebut.

Baca juga:  Danlanud Sutan Sjahrir Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Virus Corona (Covid 19) Dengan Forkopimda Provinsi Sumbar

Dalam kurun waktu 10 tahun kedepan, tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara akan semakin berat. Kemajuan teknologi semakin pesat, peran kekuatan udara dalam perang modern semakin diperlukan. Meskipun bagi bangsa Indonesia, perang merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh, namun menyiapkan diri untuk siap perang, adalah langkah cerdas untuk menjamin situasi damai. Oleh karena itu, dengan keterbatasan anggaran, hendaknya kita boleh berhenti berpikir dan berbuat. (Pen/Rni).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel