Berita

Mobile Communication Media Informasi Covid-19 Kepada Seluruh Masyarakat Kota Tasikmalaya

Mobile Communication Media Informasi Covid – 19 Kepada Seluruh Masyarakat Kota Tasikmalaya
#TNIAU 

TNI AU. Komandan Lanud Wiriadinata Letnan Kolonel Nav Ali Sudirman Pasaribu, S.H., bersama Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman dan unsur Forkopimda Kota Tasikmalaya lainnya melaksanakan Woro-woro atau Mobile Communication Media Informasi Covid – 19 kepada seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya dengan menggunakan mobil terbuka, Minggu (22/3/2020).

Kegiatan ini dimulai dari Bale Kota Tasikmalaya menuju ATCS Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya dengan membacakan Surat Edaran Wali Kota Tasikmalaya No.400/SE.921-Dinkes/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Infeksi Covid-19 oleh Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman.

Danlanud Wiriadinata dan Wali Kota Tasikmalaya beserta rombongan, mulai berkeliling Kota Tasikmalaya dengan rute CFD Jalan Cilembang, Pasar Cikurubuk, Paseh, SL Tobing, Siliwangi, Brigif, Cicurug, Sutsen, Cimulu, Martadinata, Mitrabatik, Gunung Sabeulah, Yudanegara, Masjid Agung, Taman Kota, HZ Mustofa, Tentara Pelajar, Otista dan berakhir di Taman Kota.

Selama perjalanan Wali Kota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman  membacakan Surat Edaran Wali Kota Tasikmalaya No.400/SE.921-Dinkes/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Infeksi Covid-19.

Baca juga:  IDUL ADHA 1434 HIJRIAH DI LANUD TARAKAN

Jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) virus corona di Kota Tasikmalaya kian hari semakin meningkat Lanjut Drs. H. Budi Budiman, Informasi terbaru Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Minggu 22 Maret 2020, jumlah warga Kota Tasikmalaya yang masuk kategori ODP sudah mencapai 66 orang, sedangkan PDP pun naik menjadi 4 orang.

“Hingga kemarin (Sabtu 21 Maret 2020) warga kita dalam pemantauan (ODP) sudah 52 orang. Hari ini naik menjadi 66 orang dan yang PDP 4 orang,” ujar Drs. H. Budi Budiman.

Drs. H. Budi Budiman mengatakan dalam menghadapi tanggap darurat corona, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan. Termasuk persediaan Alat Pelindung Diri (APD) penanganan virus.

“Kemarin stok APD di rumah sakit kita tersisa 40 pics melalui Dinkes. Sementara untuk hari ini masih cukup, dan Senin 23 Maret 2020 sudah ada tambahannya. Karena kita sudah diperbolehkan melakukan pembelian APD dan alat lainnya menggunakan dana tanggap darurat yang ada di BPBD sekitar Rp 1 miliar, ” terangnya.

Baca juga:  Lanud Adi Soemarmo Adakan Karya Bakti Di Tmp Kusuma Bakti

Guna kepentingan pengadaan APD tersebut  tambah Budi, juga bisa mempergunakan dana darurat yang ada di Dinkes dan di Rumah Sakit. Dana ini dipergunakan untuk pembelian disinfektan, hands sanitizer, APD, masker dan lain sebagainya untuk antisipasi corona.

“Harapan kita secepatnya barang-barang yang menjadi kebutuhan untuk antisipasi corona terpenuhi. Kita sudah komunikasi dengan pihak provinsi juga dengan pihak ketiga yang sanggup. Karena ini kondisi darurat, yang pasti kita semua benar-benar harus siap melakukan berbagai langkah antisipasi.” jelasnya.

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel