Berita

MOMEN PENTING RENCANA KEHADIRAN ALUTSISTA BARU

Dibaca: 2 Oleh 09 Apr 2013Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Pelanggaran wilayah udara nasional oleh pihak-pihak yang berkepentingan terus-menerus di hadapi dan merupakan ancaman yang bergerak pararel dengan perkembangan global, sehingga menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh TNI dan TNI AU khususnya saat ini dan mendatang.

Dihadapkan pada geostrategi Indonesia sebagai Negara kepulauan dengan luas wilayah kedaulatan sebesar 1.900.000 kilometer persegi, profesionalisme dan dedikasi yang dibangun pada titik penting 2013, harus melahirkan Grand Aerostrategy Indonesia, yang mampu membangun interoperabilitas seluruh unsur pertahanan udara TNI dan mengakomodir seluruh potensi udara nasional pada tataran operasional.

Dan tahun 2013 menjelang berakhirnya renstra minimum essential force-mef TNI tahap II tahun 2014, bagi TNI AU merupakan momen historis penting sehubungan rencana kehadiran sejumlah alutsista matra udara baru. Hal tersebut mengingat wilayah udara bukan lagi teritorial kosong tanpa makna, melainkan merupakan salah satu wilayah perebutan kepentingan, baik segi politik global, ekonomi maupun pertahanan, dengan menonjolkan kemajuan teknologi.

Demikian antara lain disampaikan dalam amanat Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. yang dibacakan oleh Komandan Lanud (Danlanud) Palembang, Letkol Pnb Adam Suharto selaku Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan HUT TNI AU ke-67 tahun 2013 di lapangan apel Malanud, Selasa (9/4). Upacara diikuti seluruh militer dan PNS anggota Lanud, Kompi Yon 462 Paskhas, serta Pramuka Saka Dirgantara.

Baca juga:  Ketangkasan Prajurit Lanud El Tari

Selesai upacara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Irup di dampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 10/D.I Lanud Palembang, Ny. Herlina Adam Suharto, diserahkan kepada prajurit termuda dan kepada perwakilan anggota yang naik pangkat periode 1 April.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel