sejarah

Monumen Kopral Udara Semi

Oleh 17 Okt 2017 Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Monumen Kopral Udara Semi
Tugu Kopral Udara Semi

Lokasi : Perkantoran Komandan Lanud Adisumarmo Solo, Jawa Tengah.

Bentuk : Monumen berbentuk tugu segi empat mengerucut ke atas setinggi 2 M, diatas tugu terdapat kepala tugu yang bertingkat.

Peresmian : Februari 1951. Monumen ini pernah dipugar dan dikembangkan lalu diresmikan kembali 10 November 1982.

Maksud Pembuatan : 

Untuk mengenang jasa Kopral Udara Semi yang telah gugur pada waktu meledakkan landasan Panasan pada Desember 1948, disamping untuk menandai masuknya kembali anggota-anggota AURI ke daerah markas komando setelah meninggalkan pangkalan pada clash II atau Agresi Militer Belanda kedua.

Latar Belakang Sejarah

Pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda melancarkan agresi militernya yang Kedua dengan mengadakan serangan melalui udara dan menggerakkan pasukan infantrinya di semua pangkalan-pangkalan di seluruh wilayah RI, kemudian diadakan gencatan senjata dan membawa bangsa Indonesia kepada suatu persetujuan yang lebih dikenal dengan perjanjian Renville.   Dengan ditandatangani persetujuan Renville maka pasukan Siliwangi (Jawa Barat) diharuskan hijrah ke Jawa Tengah.  Pasukan Siliwangi hijrah ke Solo di tempatkan di Kota dan lainnya ditempatkan di pabrik gula Colomadu.   Dalam rombongan hijrah tersebut ikut pula anggota AURI dari kesatuan yang berada di Cibeureum (Tasikmalaya) dan Pameungpeuk (Garut) yang selanjutnya ditampung di pangkalan udara Panasan.

Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda kembali melakukan agresi militernya yang kedua.  Agresi tersebut merupakan pengingkaran dan menginjak-injak terhadap perjanjian Renville yang telah ditandatangani.   Belanda mengadakan agresinya yang kedua (aksi polisionil kedua).   Ibukota kesatuan Republik Indonesia yang pada saat itu di Yogyakarta juga jatuh ketangan Belanda.   Dalam aksinya Belanda melakukan penerbangan di atas pangkalan udara Panasan namun tidak melakukan serangan,  hal ini dimungkinkan karena tidak adanya pesawat di pangkalan tersebut.   Pesawat Belanda melintas untuk mengadakan pengintaian udara dan melakukan penyebaran pamflet yang isinya antara lain :  

1. Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia ditahan.

2. Pemerintah negara dipegang oleh Belanda.

3. Rakyat seluruhnya harap tenang.

Panglima besar Jenderal Sudirman dan para pasukan RI bergerilya melawan Belanda menyusuri gunung-gunung dan desa.   Komandan pangkalan udara panasan Opsir Muda Udara I RA. Wiriadinata yang juga sebagai komandan Pasukan Pertanahan Pangkalan (PPP) mendengar jatuhnya ibukota Yogyakarta kemudian membuat program baru dalam rangka tetap menjaga eksistensi Pangkalan Udara Panasan antara lain :

1. Markas pangkalan dipindah ke Bekonang dan pasukan mundur ke timur (timur kota Solo).

2. Penghancuran pangkalan dan obyek-obyek vital AURI.

3. Seluruh anggota AURI menjalankan instruksi-instruksi yang di tetapkan.

Tetapi sebelumnya beliau memerintahkan agar lapangan terbang dihancurkan, jembatan-jembatan dirusak dengan maksud agar tidak dapat digunakan lagi oleh pihak Belanda dan memperlambat gerakannya.

Dalam pelaksanaan menghancurkan lapangan terbang itu pasukan AURI telah kehilangan 2 anggota PPP yaitu Kopral Sarsono dan Prajurit Satu Semi.   Karena keberanian dan kegigihan Prajurit Satu Semi, atas jasa-jasanya diberikan pangkat setingkat lebih tinggi.  Untuk mengabadikan nama baiknya, maka di dalam pangkalan udara Adisoemarmo didirikan  tugu Kopral Udara Semi.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel