Berita

MONUMEN PESAWAT HARVARD DIMANDIKAN

Dibaca: 184 Oleh 23 Apr 2014Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Tercatat bahwa Pesawat AT-16 Harvard produk dari negara Amerika Serikat yang berada di Indonesia adalah warisan dari Militaire Luchtvaart, bersamaan dengan penyerahan Pangkalan Udara Andir dari Militaire Luchtvaart kepada Angkatan Udara Republik Indonesia Serikat pada tanggal 12 Juni 1950. “Penyerahan dari pihak Militaire Luchtvaart Belanda, diwakili oleh Mayor E.J Van Kuppen, sedang dari pihak AURIS diwakili Mayor Udara Wiweko Soepono selaku Ketua Sub Panitia Penerimaan Materiil dan Personel dari Militaire Luchtvaart,” 

Pada masa perkembangan TNI Angkatan Udara, pesawat AT-16 Harvard tidak hanya digunakan di Sekolah Penerbang atau Sekolah Penerbang Lanjutan di Andir dan Kalijati saja, namun juga untuk semi operasional yaitu pesawat latih yang dipersenjatai dan dapat dipergunakan untuk tugas-tugas operasi. 

Tugas operasi yang pernah diemban oleh pesawat AT-16 Harvard antara lain Operasi Penumpasan DI/TII di Jawa Barat, Operasi Penumpasan PRRI di Sumatera, Operasi Penumpasan G 30 S/PKI dan sisa-sisanya serta Operasi Pengamanan Pemilu pada tahun 1971.

Salah satu pesawat tersebut kini menjadi monumen kokoh di depan Makolanud Suryadarma sebagai tanda pernah terbang dan berada di sana pada awal kemerdekaan. Melihat pentingnya monumen dan data sejarah, Kata Kepala Museum Amerta Dirgantara Mandala, Mayor POM Kusmano harus dilakukan perawatan yang teratur termasuk monumen AT-16 Harvard yang ada di depan mako Lanud Suryadarma, Rabu (23/4).

Baca juga:  Aeromodelling Guna Pupuk Minat Kedirgantaraan Personel Saka Dirgantara

Untuk itu Kepala Museum Amerta Dirgantara Mandala didukung personel Lanud Suryadarma dibawah kendali Kasi Pasin , Mayor Sus Hendro, ST ,Rabu (23/4) membersihkan monumen dengan dimandikan agar tetap bersih dan tidak cepat rusak karena kropos.

Menurut Mayor Pom Kusmano, di Kalijati selain beberapa jenis pesawat yang berada di Museum ada dua monumen Harvard yang masih baik yaitu di Mako Lanud dan di Halaman Perpustakaan Daerah kota Subang.

Dikatakan karena pesawat tersebut pernah mengisi sejarah bangsa Indonesia, terutama di daerah Kalijati sebagai Pangkalan Udara Pertama di Indonesia, keberadaannya kini sebagai monumen harus dipertahankan dan dirawat agar menjadi cerita dan bukti bagi generasi penerus bahwa pesawat tersebut pernah digunakan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel