sejarah

Monumen TKR Jawatan Penerbangan

Oleh 17 Okt 2017 Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Monumen TKR Jawatan Penerbangan
Monumen TKR Jawatan Penerbangan

Lokasi :  Komplek perkantoran Lanud Adi Sumarmo 

Bentuk:  Monumen tugu dengan batang tubuh segi enam kerucut yang menopang di atas lapik segi empat bersusun dua mengecil. Pada puncak tugu terpancang seekor burung garuda merentangkan sayap. Tugu ini berada dalam areal pagar yang bagian belakangnya ada dinding bereliefkan peristiwa sejarahnya.

Peresmian: 6 Februari 1976 dan telah direnovasi serta diresmikan kembali tanggal 29 Juli 1982.

Maksud Pembuatan

Sebagai peringatan lahirnya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Jawatan Penerbangan sebagai cikal bakal TNI Angkatan Udara.

Latar Belakang Sejarah

Dengan adanya Proklamasi Kemerdekaan lndonesia yang dicetuskan 17 Agustus 1945, maka Komite Nasional lndonesia (KNl) Tjolomadu dengan bantuan badan-badan perjuangan yang ada pada waktu itu berhasil melakukan siasat berunding dengan Komandan Butai Pangkalan Udara Panasan. Jalan ini ditempuh karena pada waktu itu BKR sama sekali tidak memiliki senjata untuk menghadapi Jepang. Perundingan ini berhasil sukses, selanjutnya disusul pengosongan Pangkalan Udara Panasan dengan menyingkirkan tentara Jepang ke Tampir (Boyolali). Dengan vakumnya Pangkalan Udara Panasan maka gedung-gedung yang ada di komplek pangkalan tersebut ditempati BKR Batalion 13, Laskar Rakyat, lPl dan kemudian disusul oleh Resimen MBT.

Untuk menyelenggarakan aktivitas penerbangan di Lapangan Udara Panasan, maka pada Oktober 1945 Komandan Divisi lV Surakarta Kolonel Sularto membentuk panitia yang terdiri dari anggota-anggota penerbangan dan dibantu KNI Tjolomadu. Panitia tersebut diperkuat lagi dengan para ahli teknik yang selama masa pendudukan Jepang berpengalaman di bidang penerbangan Angkatan Laut di Singapura. Panitia ini mempersiapkan segala sesuatu sebaik-baiknya dan pada 1 Desember 1945 Komandan BKR Udara Solo Opsir Oedara II Soejono meninjau Pangkalan Udara Panasan. Aktivitas penerbangan ini dimanifestasikan dalam wadah organisasi yang dinamakan “Penerbangan Surakarta “.

Setelah melalui proses peningkatan organisasi dari Badan Keamanan Rakyat, Tentara Keamanan Rakyat, Tentara Keselamatan Rakyat dan akhirnya Tentara Republik lndonesia, maka berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 6/5D/1946 tanggal 9 April 1946 Jawatan Penerbangan ditingkatkan menjadi Tentara Republik lndonesia Angkatan Udara sejajar dengan Angkata-angkatan lainnya yang kemudian lazim dikenal dengan sebutan AURI (Angkatan Udara Republik lndonesia).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel