sejarah

Monumen Tugu Garuda Maguwo

Oleh 17 Okt 2017 Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Monumen Tugu Garuda Maguwo
Monumen Tugu Garuda Maguwo

Lokasi : Pertigaan Jalan Yogya-Solo, jalan masuk Pos Lanud Adisujitpto.

Bentuk :  Tugu dengan batang tubuh berbentuk kerucut dan bidang sisi yang tidak merata. Batang tubuh tugu ini berdiri tegak di atas lantai dasar dalam suatu areal, sedang di atasnya terpancang burung garuda yang sedang mengembangkan sayap.

Peresmian: Monumen Tugu Garuda Maguwo didirikan atas saran dan ide Komodor Muda Udara A. Adisutjipto selaku perintis dan pelopor TNI AU, kemudian dibangun dan diresmikan tanggal 9 April 1953 bertepatan dengan hari jadi TNI AU. Tahun 2010, tugu ini direnovasi  dan diresmikan kembali oleh Komandan Lanud Adisujtipto Marsma TNI R. Agus Munandar pada 1 Maret 2010.

Maksud Pembuatan  

Untuk mengenang dan melestarikan nilai-nilai semangat juang dan semangat pengabdian yang telah diteladankan oleh para pahlawan AURI pada waktu mempertahankan Pangkalan Udara Maguwo dari serangan militer Belanda dalam Perang Kemerdekaan ll.

Latar Belakang Sejarah

Pada 19 Desember 1948 jam 06.00 militer Belanda melancarkan serangan udara mendadak terhadap lbu Kota Rl yang waktu itu berada di Kota Yogyakarta, termasuk pendaratan pasukan di Pangkalan Udara Maguwo. Sebenarnya jauh-jauh sebelumnya pasukan AURI telah mendapat firasat akan adanya serangan dari udara dan telah memasang trekbom yang sewaktu-waktu dapat diledakkan untuk merusak landasan dan menggagalkan pendaratan pesawat terbang musuh, namun rencana tersebut digagalkan setelah ada perintah dari Wakil Presiden Drs. Mohamad Hatta supaya trekbom diangkat kembali. Maksudnya untuk menghindari kemungkinan kecelakaan karena Komisi Tiga Negara (KTN) akan diselenggarakan di Yogyakarta dan pesawatnya mendarat di Pangkalan Maguwo. Hal ini tidak diperhitungkan sebelumnya kalau pasukan payung Belanda akan mengadakan serangan mendadak terhadap lbu Kota Rl. Pada waktu itu Belanda menerjunkan Pasukan Baret Hijau. Pendaratan Pasukan Baret Hijau musuh itu segera mendapat perlawanan hebat dari sekitar 70 pasukan AURI yang saat itu sedang bertugas untuk mempertahankan Pangkalan Udara Maguwo darl kemungkinan serangan musuh.

Perlawanan heroik dengan penuh keberanian yang dipimpin oleh Kadet Udara Kasmiran akhirnya dapat dihancurkan oleh musuh yang mempunyai kekuatan personel dan persenjataan yang jauh lebih lengkap. Seluruh pasukan AURI yang tidak mengenal menyerah itu akhirnya gugur termasuk Kadet Udara Kasmiran.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel