Berita

Muspusdirla Renovasi Makam Pendahulu TNI AU

Oleh 07 Feb 2019 Februari 18th, 2019 Tidak ada komentar
Muspusdirla Renovasi Makam Pendahulu TNI AU
#TNIAU 

TNI AU. Muspusdirla. Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara merupakan bagian dari Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) ditinjau langsung oleh Kepala Muspusdirla Kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin, Rabu (7/2), sekaligus menyaksikan dimulainya renovasi bangunan makam (Cungkup)  pendahulu dan pahlawan TNI AU yakni Agustinus Adisutjipto beserta istri dan juga Abdulrachman Saleh beserta istri.

Monumen Perjuangan TNI AU yang dulu dikenal dengan sebutan Monumen Ngoto, berada di dusun Jatiarang, Tamanan, Bantul. Monumen ini merupakan bukti sejarah tempat jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA yang ditembak jatuh oleh pesawat Kitty Hawk Belanda. Dalam peristiwa tersebut anggota TNI AU yang dinyatakan gugur adalah Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara Adisumarmo Wiryokusumo. Peristiwa 29 Juli 1947 tersebut semula dijadikan hari berkabung nasional kemudian menjadi Hari Bhakti TNI AU.

Pemugaran Monumen yang sangat bersejarah bagi TNI AU tersebut telah dilakukan dan diresmikan oleh Kasau Marsekal Ashadi Tjahjadi pada tanggal 29 Juli 1981. Pembangunan dan pemugaran Monumen dilaksanakan kembali dan  diresmikan  oleh Kasau Marsekal TNI Hanafi Asnan pada tanggal 27 Juli 2000, bersamaan dengan pemindahan makam Marsda TNI Anumerta Agustinus Adisutjipto dan Marsda TNI Anumerta Prof. Dr. Abdulrachman  Saleh yang sebelumnya dimakamkan di Makam Kuncen.

Cungkup makam tokoh pendahulu TNI AU, yang berusia hampir 20 tahun memang  terlihat kuat dan kokoh. Tapi tiang tiangnya kalau diamati terlihat sudah miring dan tidak simetris lagi.  Hal inilah yang membuat Kepala Muspusdirla terpanggil untuk mengambil langkah antisipatif, untuk segera merenovasi sehingga cungkup akan dapat kokoh kembali. Diharapkan perbaikan segera selesai dan siap untuk acara ziarah pada peringatan HUT TNI AU, 9 April mendatang.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel