Berita

Napak Tilas Serangan Udara

Dibaca: 28 Oleh 30 Jul 2012Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Tiga pesawat peninggalan Jepang, masing-masing satu pesawat Guntai dan dua pesawat Cureng, Selasa 29 juli 1947 pagi hari, lepas landas dari Pangkalan Udara Maguwo menuju Semarang, Salatiga dan Ambarawa. Pesawat-pesawat yang diterbangkan para Kadet Penerbang itu mengemban tugas untuk melakukan serangan udara terhadap benteng pertahanan Belanda.

Pesawat Guntai dengan Kadet Penerbang Muljono dan juru tembak Abdulracman menyerang Semarang. Sementara dua pesawat Cureng masing-masing diterbangkan Kadet Penerbang Sutardjo Sigit dan juru tembak Sutardjo untuk menyerang Salatiga, Suharnoko Harbani dan juru tembak Kaput menyerang benteng pertahanan Belanda di Ambarawa.

Peristiwa heroik yang terjadi 65 tahun lalu itu, kini Minggu (29/7) pukul 04.30 diperingati oleh generasi penerus TNI Angkatan Udara dengan melaksanakan Napak Tilas Rute Penerbangan Serangan Udara ke tiga kota itu. Menggunakan pesawat T-34C-1/Charlie, kegiatan yang dilaksanakan di Base Ops Pangkalan Udara Adisutjipto ini diawali dengan sambutan Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama TNI Abdul Muis.

Dalam sambutannya, Marsekal Pertama TNI Abdul Muis mengatakan, Serangan Udara memperlihatkan kegigihan, keuletan, ketangguhan, keyakinan dan semangat juang para pendahulu TNI Angkatan Udara dalam mengemban tugas mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Melalui Napak Tilas Serangan Udara, Marsekal Pertama TNI Abdul Muis berharap agar generasi penerus TNI Angkatan Udara dapat meneladani jiwa patriotisme dan rasa nasionalisme para pelaku Serangan Udara, yang kemudian dapat diimplementasikan dalam tugas sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.

Baca juga:  Lanud Manuhua Laksanakan Pemasangan Papan dan Patok Aset Tanah

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel