Berita

Negara Kesatuan RI Adalah Harga Mati Yang Tidak Bisa Ditawar

Dibaca: 34 Oleh 19 Agu 2016Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Proklamasi kemerdekaan Indonesia menunjukkan bahwa perjuangan merebut kemerdekaan merupakan rasa solidaritas dan nasionalisme dari seluruh komponen bangsa saat itu yang diraih dengan susah payah dan tiada henti untuk mewujudkannya melalui pengorbanan nyawa, harta dan tetesan darah dari para patriot tanah air tercinta, demikian sambutan Kasau yang dibacakan oleh Komandan Depohar 30 Kolonel Tek M.Yani Rudiansyah, ST., SIP. Pada upacara bendera dalam rangka peringatan ke-71 hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Abd dan Insub serta siswa SMK Angkasa Singosari Malang bertempat di Taxy Way Lanud Abd Saleh Rabu (17/8).

Para komponen bangsa telah sepakat bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, untuk itu kesepakatan tersebut harus tetap kita pegang teguh sampai kapanpun. kita harus berani bertindak tegas jika ada wacana dan pemikiran yang mengarah adanya ancaman terhadap wilayah NKRI, seperti terjadinya krisis dilaut Cina Selatan yang dapat mempengaruhi kedaulatan bangsa Indonesia. oleh karena itu, kita harus senantiasa siap untuk menghadapi guna memberikan dukungan terhadap sikap yang akan diambil oleh pemerintah.

Baca juga:  CERAMAH PEMBINAAN KARIR DI LANUD SURYADARMA

Lebih lanjut Kasau menjelaskan bahwa prajurit TNI Angkatan Udara tentunya harus teringat kepada para pelopor, pejuang dan senior TNI Angkatan Udara yang telah meletakkan dasar-dasar perjuangan Angkatan Udara. Semangat patriotisme yang selama ini telah ditunjukkan para pendahulu TNI Angkatan Udara dimasa lalu, jangan sampai luntur bagi generasi Angkatan Udara dimasa kini dan nanti. Semangat patriotisme ini harus menyertai setiap langkah seluruh generasi penerus Angkatan Udara yang diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai bidang profesinya masing-masing.

Sebagai prajurit Angkatan Udara, baik dalam melaksanakan tugas maupun kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari anggota masyarakat, dituntut dedikasi, disiplin dan profesional serta senantiasa berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI. Adanya perselisihan dan perkelahian baik sesama anggota Angkatan Udara, TNI dengan Polri maupun dengan masyarakat yang mengakibatkan kerugian baik personel maupun materiil, peristiwa ini tentunya tidak kita kehendaki karena menurunkan kredibilitas TNI Angkatan Udara dimata masyarakat.

sikap soliditas anggota diharapkan tidak hanya diterapkan di intern Angkatan Udara saja, melainkan juga dengan anggota TNI dan Polri serta masyarakat dimana anggota TNI Angkatan Udara bertugas. dengan sikap soliditas intern Angkatan Udara serta soliditas sesama anggota TNI, Polri dan masyarakat, maka akan tercipta hubungan yang harmonis sehingga saling bahu membahu dalam melaksanakan tugas. Jika terjadi gesekan yang mengarah pada bentrokan dan perkelahian baik intern anggota Angkatan Udara Maupun dengan sesama TNI, Polri dan masyarakat, maka diupayakan untuk dilaporkan ke Komandan Satuan sehingga dapat dicarikan solusi yang terbaik atau diselesaikan sesuai peraturan hukum yang berlaku.

Baca juga:  SMK Angkasa 2 Kalijati Borong Medali di Ajang Paku Bumi Open Championship

selain itu, sebagai anggota TNI kita dituntut untuk waspada dan menghindari terhadap berbagai pelanggaran seperti pencurian, narkoba, minuman keras maupun tindak kriminal lainnya, yang menjurus pada tindakan indisipliner sebagai seorang prajurit TNI.

Dalam upacara 17 Agustus kali ini ditampilkan Paskibra dari SMK Penerbangan Singosari Malang untuk mengibarkan bendera merah putih di Taxy Way Lanud Abd Saleh.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel