Berita

NETRALITAS TNI DALAM PEMILU, HARGA MATI

Dibaca: 13 Oleh 14 Jan 2013Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

”Bagi personel TNI, netralitas TNI adalah harga mati artinya tidak ada kata lain bagi personel TNI kecuali harus netral baik dalam pemilu Legislatif, Pilpres maupun Pilkada. Patuhilah Instruksi Panglima TNI Nomor : ST/256/2010 Tanggal 19 April 2010 tentang penekanan kepada Prajurit/Pns di jajarannya untuk tetap menjunjung tinggi netralitas TNI dalam Pemilu dan Pemilukada, Sehingga Netralitas TNI, khususnya TNI Angkatan Udara dapat kita laksanakan sebaik-baiknya. Netralitas TNI harus mampu kita wujudkan dengan tidak mendukung secara langsung maupun tidak langsung kepada siapapun yang ikut dalam pemilu maupun pilkada”.

Demikian tegas Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriatna saat memimpin Apel Khusus jelang pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan yang rencananya akan dilaksanakan pada 22 Januari 2013 mendatang, Senin (14/1) di lapangan Apel I Makoopsau II yang diikuti oleh seluruh anggota baik militer maupun pegawai negeri sipil Makoopsau II, Kosekhanudnas II, dan Lanud Sultan Hasanuddin, serta dihadiri Kepala Staf (Kas) Koopsau II Marsma TNI A. Dwi Putranto, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim, para Asisten dan Kepala Dinas, serta para perwira menengah dari masing-masing satuan.

Selain memberikan beberapa penekanan, Pangkoopsau II juga memerintahkan kepada segenap personel dijajaran Koopsau II termasuk Kosekhanudnas II dan Batalyon 466 Paskhas yang berada di wilayah Sulawesi Selatan untuk tidak terlibat dalam proses politik tersebut, baik secara langsung maupun secara terselubung, khususnya dalam mendukung salah satu kandidat yang bertarung dalam pemilihan tersebut. Usai Apel Khusus dilanjutkan acara refreshment bersama Pangkoopsau II di Lobby Makoopsau II.

Baca juga:  Danlanud RHF Sambut Kedatangan Wagub Lemhanas RI beserta rombongan di Tanjungpinang

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel